Perbedaan KKN Reguler dengan MBKM yang Diselenggarakan UHO

  • Whatsapp
Perbedaan KKN Reguler dengan MBKM yang Diselenggarakan UHO
Pelepasan mahasiswa UHO yang mengikuti KKN. Foto: Pebri/Humas UHO.

ANOATIMES.COM, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) belum lama ini secara resmi melepas 1.679 mahasiswanya untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terbagi menjadi dua skema, yakni KKN reguler dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UHO, Muhaimin Hamzah mengatakan, perbedaan dari dua skema KKN tersebut terdiri dari beberapa faktor salah satunya adalah syarat untuk mengikuti KKN tersebut.

“Syaratnya itu beda, untuk MBKM itu mahasiswa wajib meluluskan minimal 84 SKS sedangkan untuk KKN reguler mahasiswa wajib meluluskan 100 SKS,” bebernya.

Untuk KKN reguler mahasiswa lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat serta membantu program yang sudah ada dalam desa maupun program mahasiswa itu sendiri.

Sedangkan  KKN MBKM lebih dominan melakukan progam yang berkaitan dengan konversi mata kuliahnya.

“Paling tidak capaian mata kuliahnya bisa ditransformasi dalam program kerja mereka. Misalnya mata kuliah budidaya perairan, yakni nutrisi ikan mampu membuat pakan jadi salah satu program kerjanya nanti itu membuat pakan ikan dengan berbagai bahan baku pakan. Itu sudah masuk dengan capaian program mata kuliahnya,” terangnya.

“Selain itu nanti mereka juga membantu program kerja desa, sehingga yang empat SKS untuk MBKM itu sudah oke, sedangkan untuk konversi mata kuliahnya nanti akan diujikan lagi. Dia mendapatkan nilai dari DPL dan desa untuk KKN reguler sedangkan konversinya nanti akan di ujiankan,” tambahnya.

KKN MBKM dilakukan sebagai pencapaian indikator kinerja utama yang ditetapkan oleh kementerian dengan harapan mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja di luar prodi.

Selain itu, perbedaannya ada pada lamanya melaksanakan KKN. Untuk KKN reguler selama 30 hari sedangkan MBKM selama 4 sampai 5 bulan.

“Kenapa sampai lima bulan karena itu tadi, nanti akan disetarakan dengan mata kuliah sebanyak 20 SKS, 1 SKS setara dengan 170 menit per minggu. Makanya nanti mereka akan mengisi log book dan akan terakumulasi di sistem. Misalnya mereka ketemu kepal desa berapa lama, nah nanti itu akan diakumulasikan karena 20 SKS itu yang harus disetarakan,” pungkasnya.

Reporter: Aziin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *