Gerakan Pangan Murah, Pemda Wakatobi Siapkan 20 Ton Beras dengan Harga Terjangkau

  • Whatsapp
Gerakan Pangan Murah, Pemda Wakatobi Siapkan 20 Ton Beras dengan Harga Terjangkau
Program gerakan pangan murah yang diselenggarakan Pemda Wakatobi bakal berlangsung selama 3 hari. 

ANOATIMES.COM, WAKATOBI–Pemerintah daerah ( Pemda) Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Simangerukka-Ir. Hugua (ASR-Hugua).

Kadis Ketapang Sulaiman menuturkan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan berkualitas bagi masyarakat dengan harga di bawah harga pasar, sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Bacaan Lainnya

“GPM ini adalah gerakan yang dilaksanakan di seluruh kabupaten, kota yang ada di Sultra dimana ini juga program kerja 100 hari Gubernur Sulawesi Tenggara ( Sultra) Andi Simangerukka – Ir. Hugua (ASR-Hugua),” terang Sulaiman, Rabu (19/3/2025).

Di Wakatobi, kata dia, GPM akan di laksanakan selama tiga hari bertempat di halaman Gedung Wanita Kabupaten Wakatobi, dengan menyediakan tiga bahan pokok Berat, telur, dan minyak goreng Bimoli 2 liter.

“Tiga hari ini kita akan lakukan GPM ini kita menyediakan beras sebanyak 20 ton jadi perkiraan kita hari ini sekitar 6 ton, kemudian telur untuk hari ini 100 rak, kemudian minyak goreng dengan ukuran 2 liter, tetapi Jumlah pasti untuk telur dan minyak goreng akan diketahui besok setelah pemasok (agen pangan) memberikan laporan, ” ungkapnya.

Lanjutnya untuk harga bahan pokok di GPM lebih murah dibandingkan harga pasar. Dimana, beras SPHP kemasan 5 kg dijual seharga Rp60.000 (harga pasar Rp85.000-Rp90.000).

Kemudian, telur seharga Rp58.000 per rak (harga pasar Rp63.000-Rp65.000), dan minyak goreng Bimoli seharga Rp47.000 (harga pasar Rp49.000-Rp50.000).

Meskipun idealnya sembilan bahan pokok tersedia di GPM, tambah Sulaiman dengan keterbatasan distributor di Wakatobi menyebabkan beberapa komoditi seperti gula pasir, bawang merah, dan bawang putih belum dapat disediakan.

“Ini sebenarnya yang kita inginkan itu harus 9 bahan pokok harus tersedia di sini tetapi lagi-lagi anjuran kementerian pertanian harus ada distributor yang menangani atau mensuplai GPM ini. Kita di Wakatobi ini belum ada distributor, gula pasir, bawang merah, bawang putih, ” tuturnya.

Lebih jauh, Sulaiman menjelaskan bahwa di samping GPM saat ini terpusat di Gedung Darma Wanita. Pihaknya juga memiliki program GPM rutin telah dilaksanakan di sejumlah desa sebanyak tujuh kali.

“Ada GPM rutin kami akan menyisir di Desa dan itu sudah di laksanakan 7 kali, ” pungkasnya.

Pos terkait