ANOATIMES. COM, KENDARI – Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, secara tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya menerima aliran dana dari dua perusahaan tambang, yakni PT Panca Logam Makmur (PLM) dan PT Anugerah Alam Buana Indonesia (AABI). Tudingan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Forum Aktivis Anti Korupsi Nusantara (FPKN) melalui pemberitaan salah satu media online pada Kamis, 3 Juli 2025.
Dalam pemberitaan itu, FPKN mendesak pencopotan Kapolres dan Kasatreskrim Bombana, dengan tuduhan keduanya terlibat dalam praktik backup dan menerima dana koordinasi dari aktivitas pertambangan yang diduga ilegal.
Menanggapi hal tersebut, AKBP Wisnu dalam rilis persnya yang dikirim ke redaksi media ini menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti yang sahih.
“Tudingan yang dilayangkan oleh FPKN melalui media tersebut sama sekali tidak benar dan tidak memiliki dasar yang kuat,” tegas AKBP Wisnu.
“Saya secara pribadi maupun institusi tidak pernah menerima aliran dana apapun dari perusahaan-perusahaan yang disebutkan.”
Kapolres juga mempertanyakan kredibilitas media online yang memuat tudingan tersebut, serta menyoroti kurangnya upaya konfirmasi kepada pihak-pihak yang diberitakan.
“Seharusnya, media yang profesional melakukan check and recheck, serta memberikan ruang bagi kami untuk memberikan klarifikasi. Ini adalah prinsip dasar dalam jurnalistik,” tambahnya.
AKBP Wisnu menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk praktik ilegal, termasuk di sektor pertambangan. Ia menyebutkan, dalam beberapa bulan terakhir, Polres Bombana telah melakukan sejumlah langkah konkret untuk menindak aktivitas pertambangan ilegal.
Salah satunya adalah penyitaan dua unit alat berat dan mesin Dong Feng yang diduga digunakan dalam kegiatan tambang ilegal di Kecamatan Rarowatu Utara. Selain itu, salah satu kasus tambang ilegal yang ditangani Polres Bombana kini telah dilimpahkan ke kejaksaan dan sedang menunggu hasil analisa dari pihak kejaksaan.
“Kami juga rutin melakukan patroli di wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi lokasi pertambangan ilegal. Ini bentuk keseriusan kami dalam penegakan hukum,” ujar AKBP Wisnu.
Polres Bombana menegaskan akan terus bekerja secara profesional dan tidak akan terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.







