ANOATIMES.COM, WAKATOBI – Ribuan warga, pelaku UMKM, wisatawan nusantara hingga tamu dari berbagai daerah memadati kawasan Maritime Center Wakatobi, Kecamatan Wangi-Wangi, saat pembukaan Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi Wave) 2026, Jumat (2/10/2026) sore.
Padatnya pengunjung membuat kawasan Maritime Center tampak semarak. Antrean terlihat di sejumlah titik masuk, sementara area tribun dipenuhi masyarakat yang antusias menyaksikan pembukaan festival tahunan tersebut.
Wakatobi Wave 2026 secara resmi dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata RI, Dwi Marhen Yono.
Mengusung tema “Exploring Marine & Cultural Majesty”, Wakatobi Wave 2026 masuk dalam 125 Top Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, menjadikannya salah satu agenda pariwisata yang mendapat perhatian dalam kalender event nasional.
Dalam sambutannya, Dwi Marhen Yono mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Wakatobi dalam mempertahankan penyelenggaraan Wakatobi Wave selama enam tahun berturut-turut.
Menurutnya, konsistensi tersebut menjadi salah satu kekuatan Wakatobi Wave sebagai event pariwisata daerah.
“Tidak banyak event yang mampu bertahan selama enam tahun seperti Wakatobi Wave. Yang lain paling dua atau tiga kali sudah tidak bertahan, tetapi Wakatobi Wave mampu bertahan sampai enam kali. Luar biasa!” ujar Dwi.
Ia menambahkan, masuknya Wakatobi Wave dalam 125 Top Karisma Event Nusantara 2026 menunjukkan bahwa event tersebut memiliki daya tarik dan potensi untuk terus dikembangkan.
Dwi juga mengungkapkan, berdasarkan data kerja sama Kementerian Pariwisata RI dengan Litbang Kompas pada 2025, 125 Karisma Event Nusantara mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp7,1 triliun.
Karena itu, ia mendorong masyarakat Wakatobi untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai peluang ekonomi sekaligus ruang membangun keramahan kepada wisatawan.
“Pariwisata adalah industri kebahagiaan. Kalau masyarakat Wakatobi ingin bahagia, silakan bahagiakan tamu-tamu dan wisatawan yang datang ke Wakatobi,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Wakatobi H. Haliana mengatakan Wakatobi Wave merupakan event kebanggaan masyarakat Wakatobi yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata RI sebagai bagian dari kalender Karisma Event Nusantara.
Menurut Haliana, keberadaan Wakatobi Wave tidak hanya bertujuan mempromosikan destinasi wisata bahari dan budaya Wakatobi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Wakatobi Wave 2026 memiliki fungsi yang lebih luas, bukan hanya sebagai tourism event, tetapi sekaligus ekonomi kolaborasi,” ungkap Haliana.
Haliana juga mengajak masyarakat agar pelaksanaan Wakatobi Wave tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.
Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk menyatukan niat, pikiran, dan langkah seluruh elemen masyarakat dalam membangun Wakatobi.
“Jangan hanya menjadi event seremonial tahunan, tetapi harus menjadi event yang mampu menyelaraskan niat dan pikiran kita untuk membangun Wakatobi,” ujarnya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat pada pembukaan tahun ini, Wakatobi Wave kembali menjadi ruang pertemuan antara promosi pariwisata, budaya, UMKM, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Festival ini dijadwalkan berlangsung hingga 28 Oktober 2026 dengan berbagai rangkaian kegiatan yang mengangkat potensi bahari dan budaya Wakatobi.





