Naik Sidik, Polisi Gali Kesaksian Saksi Baru pada Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Fiktif Dinas Perkebunan Sultra

  • Whatsapp
Naik Sidik, Polisi Gali Kesaksian Saksi Baru pada Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Fiktif Dinas Perkebunan Sultra

ANOATIMES.COM, KENDARI – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengintensifkan penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit fiktif pada Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra. Saat ini, perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

Dengan peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan, penyidik mulai menggali keterangan dari saksi-saksi baru guna mengungkap peran pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

Kasubdit Tipikor Polda Sultra, AKBP Niko Darutama, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sekitar 20 orang saksi. Mereka berasal dari berbagai pihak, termasuk mantan Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura berinisial LH, pihak penyedia CV Wahana Multi Cipta, hingga pihak Bank Sultra Cabang Kolaka.

“Proses penyidikan, pemeriksaan saksi-saksi tambahan, ” Ujar Niko saat dikonfirmasi, Rabu, 8 April 2026 via seluler.

Meski telah memasuki tahap penyidikan, penyidik belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Polisi masih mendalami keterangan para saksi serta mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat konstruksi hukum.

“Belum (belum ada tersangka), masih proses, ” Ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, dilansir dari terasultra. Com, membenarkan adanya pinjaman tersebut. Ia menyebutkan kredit senilai Rp 26 miliar itu telah dilunasi pada Desember 2025.

“Kalau melihat posisi neraca, pinjaman dengan nominal Rp 26 miliar itu sudah diselesaikan,” jelasnya pada 16 Desember 2025 lalu.

Meski demikian, Andri menegaskan pelunasan kredit tidak menghentikan proses hukum. Ia mendukung penuh langkah kepolisian untuk mengusut dugaan tindak pidana dalam proyek tersebut.

“Penyidikan tetap berjalan karena diduga ada perbuatan yang disengaja. Dari sisi internal sudah kami identifikasi, sementara dari sisi eksternal kami teruskan ke inspektorat dan kepolisian. Saat ini kepolisian sedang mendalami pihak-pihak yang terlibat,” tandasnya.

Laporan: Wi

Pos terkait