ANOATIMES.COM, WAKATOBI — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menantang Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga mencapai 7.000 orang. Target tersebut dinilai realistis dengan melihat potensi pariwisata Wakatobi, keberhasilan penyelenggaraan Wakatobi Wave yang telah digelar enam kali berturut-turut, serta semakin terbukanya akses dan konektivitas penerbangan menuju daerah tersebut.
Tantangan itu disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata RI, Dwi Marhen Yono, saat menghadiri pembukaan Wakatobi Wave 2026, Minggu (4/10/2026).
Dwi Marhen mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Wakatobi sepanjang 2025 baru mencapai 2.989 orang. Angka tersebut dinilai masih sangat kecil dibandingkan potensi wisata yang dimiliki Wakatobi.
“Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, tahun 2025 kunjungan wisatawan asing ke Wakatobi baru mencapai 2.989 orang. Belum sampai 3.000 orang, sehingga perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Menurutnya, potensi pasar wisatawan mancanegara masih sangat besar. Dari sekitar 8 miliar penduduk dunia, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia masih relatif kecil. Ia menyebut, pada 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai sekitar 15,3 juta orang dan telah memberikan kontribusi devisa yang besar bagi negara.
“Penduduk dunia sekarang sekitar 8 miliar orang. Yang sudah berkunjung ke Indonesia memang sudah banyak, tetapi yang menjadi wisatawan pada 2025 kemarin hanya sekitar 15,3 juta orang. Itu pun sudah menghasilkan devisa negara yang cukup besar,” jelasnya.
Dwi Marhen kemudian menyoroti potensi Bali sebagai pintu masuk wisatawan asing menuju destinasi lain di Indonesia. Sepanjang 2025, Bali mencatat sekitar 7 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan Wakatobi, terlebih saat ini telah tersedia konektivitas penerbangan dari Denpasar, Bali, menuju Wakatobi.
Ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten Wakatobi untuk menarik setidaknya 0,1 persen dari jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.
“Tarik saja minimal 0,1 persen dari 7 juta wisatawan asing. Itu berarti 7.000 orang yang harus ditargetkan Bapak Bupati,” katanya.
Dwi Marhen menegaskan, keberadaan konektivitas penerbangan Denpasar-Wakatobi harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan asing.
“Mumpung sudah ada konektivitas dari Denpasar ke Wakatobi, manfaatkan secara maksimal. Kami dari Kementerian Pariwisata berkomitmen penuh untuk mendukung hal ini,” ungkapnya.
Selain peningkatan aksesibilitas, ia mengingatkan pentingnya menjaga keramahan masyarakat sebagai bagian dari daya tarik destinasi wisata. Menurutnya, pariwisata tidak hanya berbicara mengenai keindahan alam dan fasilitas, tetapi juga pengalaman serta kebahagiaan wisatawan selama berada di suatu daerah.
“Pariwisata adalah industri kebahagiaan. Jika masyarakat Wakatobi ingin bahagia, maka bahagiakanlah tamu-tamu dan wisatawan yang datang ke Wakatobi,” pesannya.
Dengan potensi wisata bahari yang dimiliki serta dukungan konektivitas, Kementerian Pariwisata berharap Wakatobi mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.





