PT GKP Klarifikasi Tudingan Serobot Lahan Warga di Konawe Kepulauan

  • Whatsapp
PT GKP Klarifikasi Tudingan Serobot Lahan Warga di Konawe Kepulauan

ANOATIMES.COM, KENDARI – Sekelompok warga di Desa Sukarelajaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi penghalangan aktivitas alat berat milik PT Gema Kreasi Perdana (GKP). Warga menganggap PT GKP masuk beraktivitas dalam lahan mereka.

Selain menghalangi alat berat perusahaan yang akan melakukan pekerjaan, warga juga memasang pagar di atas lahan yang diklaim tersebut. Dalam rilis yang diterima awak media ini, warga menyebut alat berat milik PT GKP berusaha menyerobot lahan kebun mereka.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut, Humas PT GKP, Marlion mengungkapkan sejumlah fakta terkait status kepemilikan lahan yang menjadi polemik dengan warga tersebut.

Marlion membantah tudingan telah melakukan penyerobotan terhadap sebidang lahan yang diklaim milik seorang warga bernama La Dani.

Menurutnya, lahan yang disebut diterobos itu merupakan milik seorang warga bernama Wa Asinah. Lahan tersebut telah dibeli oleh pihak perusahaan secara resmi dengan pemiliknya yang sah.

“Lahan tersebut diperoleh dengan cara jual beli sah antara GKP dengan Ibu Wa Asinah melalui pemerintah desa setempat dengan proses jual beli lahan yang resmi. Di mana lahan tersebut sudah dibeli pada tanggal 22 November 2021 lalu, yang berlokasi di Desa Sukarelajaya RT 03 RW 03 Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan dengan luas lebih kurang 3.300 M2,” terang Marlion.

Marlion bilang, lahan yang diklaim oleh La Dani diduga tidak memiliki dasar hukum dan alas hak yang jelas sebagaimana diatur oleh pemerintahan desa setempat.

“La Dani sudah pernah dilaporkan oleh pihak pemilik lahan yang sah melalui kuasa hukumnya di Polda Sultra atas dugaan penyerobotan lahan. Penyerobotan lahan yang dimaksud di sini mengklaim lahan milik Wa Asinah, membuat pagar-pagar bambu dan pondokan yang tidak jelas maksudnya, serta menghalangi aktivitas perusahaan yang sudah jelas-jelas membeli lahan tersebut secara resmi dari ibu Wa Asinah,” ungkap Marlion.

Lahan milik Wa Asinah dengan luas 3.300 M2 merupakan lahan warisan yang dia peroleh dari orang tuannya. Ia mengaku lahan itu sudah dibagi kepada enam saudarannya. Alasan Wa Asinah menjual lahannya itu, dampak dari merosotnya harga mete yang dialaminya pada tahun 2021 lalu.

“Lahan tersebut saya jual kepada PT GKP dengan luas sebesar 3.300 M2 pada 22 November 2021. PT GKP langsung merealisasikan pembayaran tunai pada tanggal tersebut, Alhamdullilah dana pembelian lahan sangat membantu kami sekeluarga,” ucap Wa Asinah dalam keterangan tertulisnya.

Laporan : Didul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *