Program Merdeka Sehat, Ambulans Darat dan Laut di Wakatobi Gratis untuk Pasien Darurat

  • Whatsapp
Program Merdeka Sehat, Ambulans Darat dan Laut di Wakatobi Gratis untuk Pasien Darurat

ANOATIMES.COM, WAKATOBI – Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Kesehatan memastikan layanan ambulans darat dan laut dapat digunakan secara gratis bagi pasien dengan kondisi gawat darurat. Layanan tersebut merupakan bagian dari Program Merdeka Sehat yang menjadi salah satu program unggulan daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Wakatobi, Muliadin, mengatakan Program Merdeka Sehat difokuskan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk layanan rujukan pasien dari desa, puskesmas hingga rumah sakit, baik di dalam wilayah Wakatobi maupun ke rumah sakit rujukan di luar daerah seperti Baubau dan Kendari.

Bacaan Lainnya

“Dalam Program Merdeka Sehat, salah satu kegiatan utamanya adalah layanan rujukan pasien. Kami menyiapkan fasilitas lengkap mulai dari ambulans darat hingga ambulans laut untuk menjangkau seluruh pulau di Wakatobi,” ujar Muliadin, Selasa (2/6/2026).

Saat ini, Dinas Kesehatan Wakatobi memiliki tiga unit ambulans laut yang ditempatkan di Pulau Tomia, Pulau Kaledupa, dan Pulau Wangi-Wangi.

Satu unit ambulans laut yang berada di Tomia melayani rujukan pasien dari wilayah Tomia dan Binongko. Sementara satu unit lainnya ditempatkan di Kaledupa dan satu unit di Wangi-Wangi.

Dari tiga unit tersebut, dua unit yakni yang berada di Tomia dan Wangi-Wangi dalam kondisi siap beroperasi penuh. Sedangkan ambulans laut di Kaledupa masih menjalani perbaikan dan diharapkan segera kembali melayani masyarakat.

“Operasional ambulans laut di Tomia dan Wangi-Wangi berjalan lancar dan selalu siap berangkat ketika ada permintaan rujukan. Untuk unit di Kaledupa saat ini masih dalam proses perbaikan dan mudah-mudahan segera beroperasi kembali,” katanya.

Muliadin menegaskan, seluruh biaya layanan ambulans bagi pasien dengan indikasi medis gawat darurat ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Wakatobi. Pembiayaan tersebut mencakup bahan bakar, honor petugas hingga kebutuhan selama proses rujukan.

“Pasien yang dikategorikan darurat medis tidak dipungut biaya sepeser pun, baik menggunakan ambulans laut maupun ambulans darat. Semua biaya operasional ditanggung Pemda Wakatobi,” tegasnya.

Namun demikian, untuk pasien yang tidak memiliki indikasi medis darurat tetapi tetap meminta layanan rujukan, akan diberlakukan ketentuan tersendiri sesuai aturan yang berlaku.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki kebebasan memilih moda transportasi lain untuk membawa pasien apabila dianggap lebih sesuai.

“Kami tidak melarang jika keluarga pasien memilih menggunakan kendaraan sendiri atau transportasi lainnya. Namun ambulans darat maupun laut selalu siap digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya pasien darurat, dan layanan itu diberikan secara gratis,” pungkasnya.

Selain menyediakan layanan transportasi kesehatan gratis, Pemerintah Kabupaten Wakatobi juga menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat melalui kepesertaan BPJS Kesehatan. Bahkan, Wakatobi telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC) selama lima tahun berturut-turut dan memperoleh penghargaan dari BPJS Kesehatan.

Laporan: Ema

Pos terkait