WR III UHO : Penipuan Pembayaran UKT Rugikan Kampus dan Mahasiswa

  • Whatsapp
WR III UHO : Penipuan Pembayaran UKT Rugikan Kampus dan Mahasiswa
Rektorat UHO

ANOATIMES.COM, KENDARI – Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menjadi korban penipuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) diminta untuk melapor ke kepolisian dan pihak universitas.

Sebab, penipuan pembayaran UKT ini secara tidak langsung merugikan nama baik kampus maupun mahasiswa itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Kasus ini terungkap pada saat sejumlah mahasiswa yang hendak melakukan pengisian di sistem informasi akademik (SIAKAD) namun tertolak oleh sistem, yang dikarenakan slip pembayaran mereka ternyata tidak valid.

Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, UHO, Nur Arafah, menyarankan mahasiswa yang menjadi korban tersebut untuk segera melapor ke polisi dan universitas.

“Terus terang kami dirugikan dengan kondisi ini, baik mahasiswa maupun nama baik UHO,” kata Nur Arafah beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, kampus UHO tidak tahu menahu tentang penipuan ini. Kampus tidak pernah keluarkan kebijakan bahwa pembayaran lewat orang lain.

“Jadi pembayaran itu harus lewat bank. Artinya orang dengan bank. Kita imbau kepada mahasiswa membayar langsung lewat bank, tanpa lewat perantara. Jangan pernah mempercayai siapa pun oleh alasan apa pun di luar mekanisme kebijakan resmi,” katanya.

Kampus juga mendorong mahasiswa melaporkan masalah ini ke kepolisian dan kampus siap memberikan keterangan di kepolisian jika dibutuhkan untuk memperkuat laporan mahasiswa.

“Sehingga, siapa pun yang terlibat, kita meminta kepada aparat berwenang untuk ditindaki. Karena ini sudah merugikan banyak orang. Merugikan mahasiswa dan institusi,” bebernya.

Untuk ranah etik, ia juga meminta mahasiswa melapor ke universitas terkait penipuan tersebut. Tetapi, kampus berharap mahasiswa yang jadi korban untuk menunjukan bukti yang valid.

“Kepolisian silakan memproses, UHO juga bisa memproses di sisi etiknya. Kalau terbukti, sanksi akademik pasti akan menanti,” tuturnya.

Masih kata Nur Arafah, dugaan penipuan ini tidak sulit untuk dibuktikan karena mahasiswa yang jadi korban tahu kemana dan siapa yang mewakili mereka melakukan pembayaran.

Laporan : Didul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *