ANOATIMES.COM, WAKATOBI – Tercatat sudah 20 tahun Kabupaten Wakatobi mekar menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Silih berganti figur pemimpin membangun Wakatobi menjadi lebih baik.
Setiap pemimpin memiliki karya yang berbeda dalam memajukan Kabupaten Wakatobi dari berbagai aspek. Khususnya era kepemimpinan pasangan H Haliana – Ilmiati Daud.
Ditangan dingin ke duanya, Pemerintah Kabupaten Wakatobi berhasil meraih sertifikat AdipuraAdipura dengan Kategoru Kota Kecil. Ini merupakan pertama kalinya Kabupaten yang memiliki keindahan laut yang go internasional itu mendapat Penghargaan Sertifikat Adipura.
“Kemarin itu ada empat kategori ada yang mendapatkan Adipura Kencana, untuk empat kabupaten dan 100 kota lain mendapatkan Piala Adipura. Kemudian plakat adipura diberikan pada pengelolaan taman terindah Indonesia, kemudian sertifikasi adipura,” ungkap H Haliana, Minggu (10/3/2024).
H Haliana mengaku terkait perolehan Adipura Wakatobi ini, telah diungkapkan Wakil Menteri (Wamen) Kementerian LHK bersama Dirjen Kementrian LHK. Dalam penyampaian Wamen dan Dirjen itu, kata Haliana, Wakatobi layak mendapatkan adipura lantaran konsistensi pemerintah dalam menjaga kebersihan daerah.
“Masih ada satu, kenapa kita belum sampai ke piala adipura karena pengelolaan TPA Fambea Male yang ada di Wangi-wangi belum maksimalkan pengelolaannya. Karena adipura itu salah satu kriterianya bagaimana pengelolaan sampah kita dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini Pemda Wakatobi tengah melakukan pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Fambea Male melalui pembiayaan World Bank (Bank Dunia).
“Tapi karena sebagian lahannya masuk hutan lindung, sehingga kita minta penurunan status ke KLHK dan secepatnya karena segera pula akan dibiayai oleh bank dunia,” pungkasnya.
Laporan : EMA






