ANOATIMES.COM, KENDARI- Camat Kadia, Hasman Dani menyampaikan sejumlah program prioritas yang telah dan sedang dilaksanakan di wilayahnya sepanjang Juni 2025.
Camat Hasman menjelaskan bahwa Kecamatan Kadia terus memfokuskan diri pada tiga sektor utama pembangunan: pemberdayaan ekonomi lokal, penguatan ketahanan keluarga, dan pelestarian lingkungan berbasis gotong royong.
“Kami tidak hanya ingin menciptakan perubahan fisik, tetapi juga menanamkan nilai partisipatif kepada warga. Semua program kami dasarkan pada prinsip keberlanjutan dan kolaborasi,” ujar Hasman Dani
Program unggulan pertama yang menjadi sorotan media adalah Kartu UMKM Maju, yakni program bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta bagi pelaku usaha mikro yang tersebar di enam kelurahan.
Bantuan ini, menurut Hasman Dani, merupakan bentuk dorongan ekonomi berbasis inklusi sosial.
“Kami sudah menyalurkan bantuan kepada 85 pelaku UMKM di Kecamatan Kadia pada tahap awal ini. Sektor yang terlibat meliputi kuliner, kerajinan rumah tangga, dan jasa. Kami tidak hanya memberi bantuan, tapi juga memberikan pelatihan singkat manajemen usaha,” jelasnya.
Program ini bekerja sama dengan Dinas Koperasi Kota Kendari dan LPDB-KUMKM sebagai mitra pembinaan jangka panjang.
Kecamatan Kadia juga menggelar aksi besar “Kadia Bersih dan Asri 2025”, sebuah gerakan kerja bakti serentak yang dilaksanakan di seluruh wilayah kelurahan setiap akhir pekan di bulan Juni.
“Kami ingin warga merasa memiliki lingkungan mereka. Dalam satu hari, kami membersihkan saluran air, menanam pohon, dan mendirikan papan edukasi pemilahan sampah di tiga titik padat penduduk,” kata Camat Hasman.
Kegiatan ini melibatkan ASN, kader PKK, karang taruna, dan RT/RW. Dinas Lingkungan Hidup turut serta memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah.
“Aksi ini juga bentuk mitigasi bencana banjir dan pengendalian penyakit lingkungan,” tambahnya.
Untuk pengelolaan sampah, Hasman mengungkapkan bahwa pihaknya fokus untuk menjemput di rumah warga.
“Ini pihak ketiga yang akan mengelola sampah di Kecamatan Kadia dengan sistem jemput di rumah masing-masing, dan ini sudah mulai jalan,” ungkapnya.
Pembentukan kelompok Dasawisma dan penguatan peran PKK Kelurahan juga menjadi fokus besar.
Lebih jauh Hasman menjelaskan, Kecamatan Kadia melakukan pembinaan langsung kepada kader Dasawisma untuk menjalankan pendataan keluarga, edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta pelatihan ketahanan pangan rumah tangga.
“Sudah terbentuk 38 kelompok Dasawisma baru hanya dalam bulan ini. Mereka aktif memantau anak-anak stunting, mendukung program Posyandu, dan menjadi ujung tombak edukasi rumah ke rumah,” tutur Hasman.
Menurut data kelurahan, partisipasi ibu rumah tangga meningkat drastis sejak adanya pelatihan “Ibu Sigap Lingkungan” yang diintegrasikan dengan program PKK tingkat kecamatan.
Sementara itu, Kecamatan Kadia juga telah memodernisasi layanannya dengan meluncurkan antrean online dan pengurusan surat digital.
Layanan ini membuat proses administrasi menjadi lebih efisien dan mengurangi antrean fisik.
“Kami ingin pelayanan publik yang sederhana, cepat, dan ramah. Lewat sistem online, warga bisa cetak sendiri surat pengantar dengan verifikasi RT melalui ponsel,” jelasnya bangga.
Selain itu, koordinasi antara camat, lurah, dan forum RT/RW berlangsung intensif setiap minggu, membahas isu-isu seperti bantuan sosial, konflik lahan, hingga penertiban pedagang kaki lima.
Camat Hasman Dani menyampaikan harapannya agar program-program tersebut bisa terus berjalan secara berkelanjutan bahkan melampaui masa jabatannya.
“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana masyarakat terlibat. Kalau masyarakat percaya dan merasa ikut memiliki, maka program apapun akan berhasil. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kecamatan Kadia harus dibangun bersama,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi semua warga, tokoh masyarakat, serta instansi lintas sektor yang sudah mendukung visi Kecamatan Kadia yang bersih, produktif, dan harmonis. (ADV)







