ANOATIMES.COM, KENDARI- Sejak dilantik sebagai Camat Kadia pada Mei 2025, Hasman Dani telah menunjukkan gebrakan nyata dalam mempercepat transformasi pelayanan publik, tata lingkungan, serta penguatan partisipasi masyarakat.
Memasuki bulan Juni 2025, evaluasi capaian awal yang dilakukan oleh tim Kecamatan Kadia mengungkap sejumlah progres signifikan di berbagai bidang.
Laporan evaluasi ini tidak hanya mencatat kemajuan teknis, namun juga memuat tantangan serta strategi koreksi kebijakan yang disusun dalam semangat partisipatif bersama warga, tokoh masyarakat, dan mitra OPD di lingkup Pemerintah Kota Kendari.
Salah satu sorotan utama dalam evaluasi ini adalah peningkatan kecepatan pelayanan administrasi di kantor Kecamatan Kadia dan enam kantor kelurahan. Inovasi yang dilakukan berupa penerapan sistem antrean digital berbasis QR Code, yang mengurangi waktu tunggu rata-rata hingga 45%.
Layanan “Jemput Bola Administrasi”, yakni petugas kelurahan berkeliling ke lingkungan padat penduduk (seperti BTN Graha Asri dan Lorong Damai) untuk membantu warga mengurus dokumen domisili, izin usaha mikro, dan surat keterangan lainnya.
Launching “Kadia Tanggap Aduan”, saluran pengaduan warga melalui WhatsApp resmi Kecamatan yang aktif 24 jam dengan sistem penugasan ke kelurahan terkait.
Hingga awal Juni, tercatat lebih dari 1.200 dokumen administrasi telah diproses dengan durasi pelayanan di bawah 1 hari kerja—angka ini meningkat 70% dibanding bulan sebelumnya.
Kecamatan Kadia menjadi salah satu wilayah dengan kepadatan permukiman tinggi di Kota Kendari. Camat Hasman, yang berlatar belakang ASN teknis di bidang tata kelola wilayah, langsung memetakan titik-titik rawan banjir dan jalan lingkungan rusak.
Langkah-langkah perbaikan yang telah terealisasi diantaranya, perbaikan drainase sepanjang 1.350 meter di Kelurahan Kadia dan Bende, bekerja sama dengan Dinas PU Kota Kendari, penambalan dan pengerasan jalan lingkungan di kompleks BTN Bumi Indah, BTN Ranooha, dan Jalan Lumba-Lumba serta koordinasi percepatan anggaran penataan jalur pedestrian dan PJU (Penerangan Jalan Umum) berbasis solar cell.
“Kita prioritaskan wilayah padat dan berisiko tinggi terhadap genangan. Prinsipnya, kerja cepat tapi tetap akurat,” ungkap Camat Hasman saat meninjau progres pembangunan di RW 06 Kelurahan Wua-wua.
Salah satu program unggulan yang dievaluasi secara positif adalah penguatan Bank Sampah Kecamatan. Di bawah koordinasi Seksi Ketentraman dan Ketertiban, telah terbentuk Bank Sampah di tiga kelurahan, yakni:
1. Kelurahan Kadia: Menjadi pilot project dengan sistem penukaran sampah menjadi sembako, alat tulis, dan diskon iuran kebersihan.
2. Kelurahan Wua-Wua: Fokus pada edukasi siswa dan kader lingkungan di sekolah-sekolah.
3. Kelurahan Bende: Mengembangkan sistem digital pencatatan sampah berbasis form online.
Lebih dari 3 ton sampah anorganik berhasil dikumpulkan selama 2 minggu pelaksanaan program. Selain itu, dua TPS liar berhasil ditutup dan dikonversi menjadi taman edukasi dan kebun herbal berkat kolaborasi Karang Taruna, PKK, dan DLHK.
Selain itu untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan, Hasman juga menggagas kegiatan Kerja Bakti Massal Mingguan yang melibatkan seluruh RT, RW, ASN kelurahan, serta unsur TNI/Polri.
Pembentukan Kader Lingkungan dan Kader Digital di setiap RT untuk mendampingi program Bank Sampah, aduan layanan, dan edukasi warga dan pemberian insentif non-tunai (berupa paket kebersihan dan logistik) kepada RW aktif melalui dana stimulan kelurahan.
“Kita hidupkan kembali semangat gotong royong sebagai kunci membangun kecamatan yang bersih, sehat, dan harmonis,” jelas Hasman Dani
Dalam laporan evaluasi, Kecamatan Kadia menyiapkan roadmap semester II tahun 2025 dengan fokus pada pengembangan aplikasi digital “Kadia Smart”, terintegrasi dengan laporan warga, pelacakan layanan, dan pencatatan bank sampah.
Selain itu juga perluasan Bank Sampah ke seluruh kelurahan, serta pelibatan pelajar dan UMKM dalam pengolahan ulang sampah menjadi kerajinan atau kompos dan digitalisasi data kependudukan lokal sebagai basis perencanaan intervensi program.
Meskipun menunjukkan progres cepat, evaluasi juga mencatat beberapa tantangan, seperti keterbatasan SDM teknis di kelurahan, khususnya dalam pengelolaan data dan teknologi digital, persepsi sebagian warga yang masih rendah terhadap pentingnya pemilahan sampah dan keterlibatan dalam forum RT/RW dan juga perlu peningkatan koordinasi lintas OPD, khususnya untuk sinergi pembangunan drainase, jalan, dan fasilitas publik.
Sebagai respons, Hasman mengajukan skema kolaboratif dengan universitas lokal dan lembaga CSR untuk mendukung penguatan kapasitas aparat dan kader lingkungan.
Dengan langkah-langkah cepat, terukur, dan berbasis kolaborasi, Kecamatan Kadia kini dipandang sebagai salah satu kecamatan dengan capaian pembangunan paling progresif di Kota Kendari semester pertama 2025.
“Semua ini bukan tentang siapa yang memimpin, tapi tentang bagaimana warga bersama pemerintah bisa bergerak dengan satu visi: membangun Kadia yang bersih, tertib, dan produktif,” ujar Hasman Dani. (adv)







