ANOATIMES.COM, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warganya melalui kehadiran Call Center 112, layanan panggilan darurat terpadu yang bisa diakses gratis, 24 jam nonstop, dan tanpa memerlukan pulsa maupun kode area. Inovasi ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, salah satunya dari Camat Wua-Wua, Usman Lajuma, yang menyebut layanan ini sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan sigap.
Menurut Usman, keberadaan Call Center 112 merupakan terobosan besar dalam sistem penanganan keadaan darurat di wilayah Kota Kendari, khususnya di Kecamatan Wua-Wua yang dikenal dengan tingkat mobilitas masyarakatnya yang tinggi. Sebelum ada layanan ini, warga sering kali bingung harus menghubungi instansi mana saat terjadi kejadian seperti kebakaran, kecelakaan, tindak kriminal, atau kondisi medis gawat darurat.

Kini, hanya dengan menekan satu nomor—112—semua laporan langsung diteruskan ke instansi terkait seperti pemadam kebakaran, rumah sakit, kepolisian, maupun BPBD.
“Call Center 112 sangat membantu mempercepat komunikasi dan tindakan di lapangan. Ini solusi atas masalah klasik selama ini: keterlambatan penanganan karena koordinasi antarinstansi yang kurang efektif,” ujar Usman Lajuma saat ditemui di kantornya, Kamis (11/7/2025).
Lebih dari sekadar nomor darurat, Call Center 112 dijalankan oleh petugas profesional dan terlatih. Mereka bertugas selama 24 jam untuk menerima laporan, mengidentifikasi tingkat kedaruratan, mencatat informasi secara rinci, dan menyambungkan laporan ke instansi terkait untuk penanganan cepat. Hebatnya, layanan ini bisa diakses bahkan dari ponsel tanpa kartu SIM aktif, menjadikannya sangat inklusif dan mudah dijangkau siapa saja.

Camat Wua-Wua juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi mengenai penggunaan Call Center 112, mulai dari tingkat kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, sekolah, hingga melalui media sosial. Tujuannya adalah agar seluruh lapisan masyarakat benar-benar memahami fungsi dan prosedur penggunaan layanan ini.
Namun demikian, Usman mengingatkan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam menggunakan layanan 112. Ia menegaskan bahwa panggilan iseng atau laporan palsu sangat merugikan, karena dapat menghambat penanganan kasus yang benar-benar membutuhkan bantuan cepat.
“Saya mengimbau warga Wua-Wua dan masyarakat Kendari pada umumnya, mari gunakan Call Center 112 secara bijak. Jangan gunakan untuk main-main. Setiap detik sangat berharga dalam kondisi darurat,” tegasnya.
Kecamatan Wua-Wua bahkan menjadikan dukungan terhadap Call Center 112 sebagai bagian dari strategi membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana atau keadaan darurat lainnya. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci agar layanan ini optimal dan berdampak langsung pada keselamatan warga.
Call Center 112 bukan hanya inovasi teknologi, melainkan simbol dari transformasi pelayanan publik yang proaktif, responsif, dan berpihak pada keselamatan masyarakat. Di tengah tantangan kehidupan urban yang kompleks, kehadiran layanan ini memberikan rasa aman dan kepercayaan bahwa pemerintah selalu siaga di garda terdepan.
Dengan sinergi antara teknologi, petugas profesional, dan partisipasi warga, Kota Kendari—khususnya Kecamatan Wua-Wua—melangkah pasti menuju masa depan pelayanan publik yang lebih baik, cepat, dan tanggap terhadap kebutuhan warganya. (ADV)







