ANOATIMES.COM, WAKATOBI – Program kebersihan daerah bertajuk “Wakatobi Bersih, Sehat, Lestari dan Indah (Berserih)” yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wakatobi, gagal diimplementasikan secara maksimal di Pulau Wangi-Wangi. Penyebab utamanya adalah lemahnya peran serta para pimpinan wilayah dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Kepala DLH Wakatobi, Arusani, yang menyebut bahwa koordinasi antara camat, lurah, dan kepala desa tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Akibatnya, lomba kebersihan yang telah disosialisasikan sejak Mei 2025 itu tidak mendapat respon di Wangi-Wangi dan Wangi-Wangi Selatan.
“Wilayah lain seperti Tomia, Kaledupa, dan Binongko sangat siap. Tapi Wangi-Wangi tidak ada persiapan sama sekali. Ini karena koordinasi di tingkat wilayah sangat lemah,” ujar Arusani, Kamis (24/7/2025).
Kondisi ini turut membuat Ketua TP-PKK Wakatobi, Hj. Eliati Haliana, kecewa berat. Ia yang juga bertindak sebagai juri dalam lomba kebersihan tersebut mengaku menyaksikan sendiri ketidaksiapan wilayah saat melakukan penilaian lapangan.
“Saya turun langsung dan kecewa. Sebagai ibu kota kabupaten, seharusnya Wangi-Wangi menjadi contoh, tapi justru responnya sangat minim,” ungkap Eliati.
Padahal, menurut DLH, tahapan lomba sudah berjalan sejak Mei hingga Juli 2025 dan telah melalui beberapa kali sosialisasi, baik secara langsung maupun daring. Namun, kurangnya inisiatif para pimpinan wilayah membuat program tidak tersampaikan ke masyarakat.
“Kalau camat dan lurah tidak bergerak, bagaimana program bisa berjalan? Ini jadi evaluasi besar,” tambah Arusani.
Kejadian ini menunjukkan perlunya penguatan kepemimpinan wilayah dalam mendukung agenda pembangunan daerah, agar program seperti Wakatobi Berserih tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar mengubah wajah lingkungan dan perilaku masyarakat.
Laporan: Ema







