ANOATIMES.COM, KENDARI — Kickboxing Indonesia (KBI) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sebagai forum strategis dalam memperkuat soliditas dan sinergi organisasi. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri pengurus KBI dari 11 kabupaten/kota se-Sultra serta perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra.
Rakerprov diikuti perwakilan KBI Kota Kendari, Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara, Kolaka Utara, Buton, Buton Selatan, Kolaka Timur, Muna Barat, Muna, Buton Utara, dan Wakatobi. Kehadiran KONI Sultra yang diwakili Drs. Sawali, M.Si menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pembinaan dan tata kelola cabang olahraga kickboxing di Sulawesi Tenggara.
Ketua Pengprov KBI Sultra, Afdhal, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakerprov merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus menyusun langkah strategis organisasi ke depan.
“Rakerprov ini menjadi ruang konsolidasi seluruh pengurus agar program yang dijalankan lebih terarah, efektif, dan berdampak langsung pada peningkatan prestasi atlet,” ujar Afdhal.
Sejumlah agenda pokok dibahas dalam Rakerprov, di antaranya pengesahan tata tertib persidangan, penyampaian laporan kerja Pengurus KBI Sultra periode 2024–2025, serta pandangan umum dari pengurus kabupaten/kota yang disampaikan dalam suasana musyawarah dan kekeluargaan.
Selain itu, Rakerprov juga membahas rencana kerja Pengurus KBI Sultra tahun 2026 yang difokuskan pada persiapan PON Bela Diri 2026, pelaksanaan Porprov Sultra 2026, peningkatan kualitas sumber daya manusia wasit, juri, dan pelatih, serta pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kickboxing di kampus-kampus se-Sulawesi Tenggara.
Afdhal menambahkan, seluruh program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan efektivitas organisasi, sekaligus memperkuat fungsi kelembagaan KBI Sultra melalui sinergi antara pengurus provinsi, kabupaten/kota, serta dukungan KONI.
Melalui Rakerprov ini, KBI Sultra berharap mampu membangun fondasi organisasi yang semakin solid dan profesional, sehingga pembinaan atlet dapat berjalan berkelanjutan dan membawa prestasi kickboxing Sulawesi Tenggara ke level yang lebih tinggi.






