ANOATIMES.COM, KENDARI – Dewan Pengurus Daerah Partai Hanura Sulawesi Tenggara menggelar Musyawarah Daerah ke-VI, Rabu (20/8/2025) di Hotel Claro Kendari. Anggota DPRD Provinsi Sultra, Fajar Ishak, mendapat amanah langsung dari DPP memimpin partai tersebut untuk periode 2025-2030.
Waketum DPP Hanura Bidang Perencanaan Kebijakan Strategis sekaligus Plt. Ketua DPD Hanura Sultra, Patrice Rio Capella, saat memberi sambutan pembukaan mengumumkan penunjukan langsung tersebut. Kata dia, tidak perlu ada politik sesama kader partai di internal Hanura. Ia menegaskan bahwa Partai Hanura yang sekarang adalah Partai Hanura yang berbeda dari sebelumnya.
“Hanura yang sekarang adalah Hanura yang baru. Hanura yang sekarang adalah Hanura yang efisien, cepat dan tidak boleh ada politik antara kita,” ujarnya.
Proses pemilihan ketua, lanjutnya, hanya menimbulkan perselisihan, pengkotak-kotakan serta perpecahan sehingga dianggap tidak efisien. Akibatnya, proses itu memakan biaya dan terjadi praktik ‘setoran’ yang tidak membawa kemajuan bagi partai.
“Atas restu dari Ketua Umum, telah diputuskan bahwa Pak Fajar adalah Ketua DPD Hanura Sultra yang baru,“ tegas Patrice disambut riuh peserta Musda.
Musda Hanura kali ini dihadiri Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua, serta sejumlah pimpinan partai politik di Sultra. Saat membuka acara, Gubernur menyinggung proses Pilkada yang lalu, dimana dia punya riwayat tak terlupakan bersama Partai Hanura kala itu.
“Kalau saya mau ceritakan, banyak hal yang terjadi mulai dari proses awal sampai Pilkada berlangsung,” ujar Andi Sumangerukka.
Andi Sumangerukka menilai penyelenggaraan Musda Partai Hanura kali ini mencerminkan kedewasaan politik serta semangat persatuan. Kepada Fajar Ishak dia berpesan agar menggunakan hati nurani saat menjalankan partai ke depannya.
ASR menjelaskan, bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan wakil rakyat yang vokal mengkritik, tetapi dengan ide dan pikiran yang membangun. Pemerintahannya bersama Hugua, tidak lagi mengadopsi sistem ‘top down’, melainkan ‘down up’. Sehingga dalam perumusan kebijakan, dapat berorientasi pada kebutuhan masyarakat bukan keinginan pimpinan semata.
Sementara itu Fajar Ishak menegaskan dirinya akan fokus pada konsolidasi internal partai menghadapi Pemilu 2029. Fajar tidak menampik bahwa capaian Hanura di Pemilu 2024 belum sesuai harapan, yakni hanya meraih 16 kursi, turun dari 22 kursi pada Pemilu sebelumnya. Ia sendiri satu-satunya kader partai yang duduk di DPRD Provinsi Sultra.
“Kami sebenarnya tidak kekurangan kader, hanya saja banyak yang belum diaktifkan. Karena itu, tema besar kami adalah konsolidasi internal agar Pemilu 2029 dan Pilkada 2031 bisa kita hadapi dengan kekuatan penuh,” tambahnya.
Editor: Gugus Suryaman






