ANOATIMES.COM, KENDARI – Unit Penunjang Akademik (UPA) Kebun Hayati Universitas Halu Oleo (UHO) bersama Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) dan Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) UHO menggelar aksi penanaman pohon endemik Sulawesi dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Sabtu (9/4).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor I UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, SP., MP., serta dihadiri Ketua Umum AMI, Prof. Dr. Ir. Hj. Husna Faad, M.P., dan Kepala UPA Kebun Hayati UHO, Prof. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si. Sejumlah dosen dan mahasiswa kehutanan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Prof. Santiaji mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga ini sebagai langkah strategis dalam pelestarian lingkungan sekaligus penguatan fungsi akademik kampus.
“Penanaman pohon endemik ini merupakan langkah nyata dalam menyelamatkan tumbuhan langka sekaligus berkontribusi dalam menjaga siklus karbon bagi kehidupan manusia,” ujarnya, Minggu (12/4).
Ia menegaskan, Kebun Hayati UHO kini menjadi ruang kolaboratif lintas disiplin yang melibatkan berbagai fakultas, mulai dari Kehutanan, MIPA, Pertanian hingga Ilmu Budaya. Hal ini mengingat tanaman endemik tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga nilai kultural yang tinggi.
Sementara itu, Ketua Umum AMI, Prof. Husna Faad, mengungkapkan bahwa kerja sama antara AMI dan Kebun Hayati UHO telah terjalin sejak 2021. Dalam program tersebut, sejumlah tanaman endemik seperti kalapi, kayu kuku, angsana, dan merbau berhasil dibudidayakan.
“Seluruh tanaman menggunakan pupuk hayati mikoriza. Kami juga mendukung melalui penyediaan bibit dan pupuk secara gratis,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala UPA Kebun Hayati UHO, Prof. Faisal Danu Tuheteru, menyebutkan bahwa dalam kegiatan kali ini sekitar 30 jenis pohon ditanam, termasuk eboni dan berbagai spesies khas Sulawesi lainnya.
Menurutnya, penanaman ini merupakan bagian dari pengembangan Taman Tumbuhan Endemik dan Taman Eboni yang telah masuk dalam master plan Kebun Raya UHO. Ke depan, pihaknya juga akan mengembangkan taman palem Sulawesiserta taman Myrtaceae secara bertahap.
“Kegiatan ini melibatkan lebih dari 20 mahasiswa, mulai dari persiapan lahan hingga proses penanaman,” ungkapnya.
Saat ini, koleksi tumbuhan kayu endemik Sulawesi di Kebun Hayati UHO telah mencapai lebih dari 200 jenis. Koleksi tersebut diharapkan terus terjaga dan berkembang sebagai aset penting dalam edukasi, penelitian, serta upaya konservasi lingkungan di Sulawesi Tenggara.
Laporan : Wi






