ANOATIMES.COM, KOLAKA – Sengketa penggunaan akses jalan hauling di wilayah pertambangan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan cekcok antara sejumlah pria berseragam loreng dengan pihak PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK) viral di media sosial.
Dalam video berdurasi pendek yang beredar, sejumlah pria berseragam loreng terlihat terlibat adu argumen dengan seorang pria mengenakan kaos yang diketahui bernama Muslihuddin Haruna, Direktur Keamanan PT TRK.
Dalam rekaman tersebut, sejumlah pria berseragam loreng tampak meminta Muslihuddin menyingkir dari tengah jalan hauling dan berada di pinggir jalan. Mereka menyebut keberadaan Muslihuddin di tengah jalan mengganggu aktivitas hauling ore nikel.
Belum diketahui secara pasti kronologi maupun penyebab terjadinya cekcok tersebut. Namun, informasi yang dihimpun media ini, insiden itu diduga berkaitan dengan polemik penggunaan akses jalan hauling yang selama ini menjadi persoalan antara PT TRK dan PT Vale.
Persoalan tersebut disebut berkaitan dengan klaim atas lahan dan akses jalan yang digunakan untuk aktivitas pengangkutan ore nikel menuju stockpile maupun jetty.
Muslihuddin, dikutip dari Nasionalinfo.com, mengatakan aktivitas hauling menggunakan akses jalan yang diklaim PT TRK berada di atas lahan dan aset perusahaan yang telah dikuasai sejak 2007.
“Ini bukan sekadar persoalan kendaraan hauling melintas. Ada persoalan legalitas penggunaan lahan dan akses yang harus dijelaskan. Jangan sampai persoalan hak atas lahan justru berkembang menjadi tekanan terhadap karyawan kami di lapangan,” tegas Muslihuddin.
Ia menyebut, insiden yang terekam dalam video tersebut kemudian dilaporkan ke Detasemen Polisi Militer.
Korem 143 HO Belum Beri Tanggapan
Sementara itu, Komandan Korem 143 Halu Oleo (HO), Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, yang dikonfirmasi ANOATIMES.COM, Senin (7/9/2026), terkait sejumlah pria berseragam loreng yang terlibat cekcok di jalan hauling tersebut, belum memberikan tanggapan.
Konfirmasi juga dilakukan kepada pihak PT Vale. Perwakilan PT Vale, Hasmir, mengarahkan media ini untuk menghubungi bagian komunikasi perusahaan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, bagian komunikasi PT Vale belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi terkait insiden tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Vale mengenai persoalan penggunaan akses jalan hauling maupun insiden yang videonya viral tersebut.
Media ini masih berupaya mendapatkan keterangan dari seluruh pihak terkait untuk memperoleh informasi yang berimbang mengenai sengketa akses jalan hauling tersebut.






