ANOATIMES.COM, WAKATOBI – Pelaksanaan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Jambore PKK se-Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Wakatobi turut menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 tersebut menghadirkan 15 tenda UMKM di kawasan Alun-Alun Merdeka, Wangi-Wangi. Beragam kuliner yang ditawarkan menarik minat pengunjung, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan para pedagang.
Bahkan, sejumlah pedagang mengaku mampu meraup omzet hingga lebih dari Rp3 juta dalam sehari selama kegiatan berlangsung.
Salah satunya Yustina, pedagang bakso pemilik kedai ANH Food and Drink di kawasan Alun-Alun Merdeka. Ia mengaku pendapatannya meningkat dibandingkan hari biasa.
Jika biasanya memperoleh pendapatan sekitar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per hari, saat kegiatan berlangsung omzetnya bisa mencapai Rp2 juta.
“Dibandingkan hari-hari biasa, kegiatan seperti ini sangat menunjang dan membantu penghasilan kami,” ungkap Yustina, Sabtu (17/10/2026).
Ia berharap pemerintah daerah lebih sering menggelar kegiatan serupa agar pelaku UMKM, khususnya pedagang kecil, mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan.
“Harapannya, kami para pedagang kecil lebih diperhatikan. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan supaya perputaran ekonomi kami semakin membaik,” tambahnya.
Peningkatan pendapatan juga dirasakan Ririn, pemilik Kedai Marin yang baru dua kali mengikuti bazar pada kegiatan besar di Wakatobi. Sebelumnya, ia berjualan pada Festival Wakatobi Wave di Maritim Center.
Menurut Ririn, berjualan dalam kegiatan yang ramai pengunjung memberikan hasil lebih besar dibandingkan membuka kedai di rumah.
“Pengunjung sangat ramai, panitia juga ramah sekali. Kami dibimbing dan diarahkan dengan baik dalam melayani pembeli,” ujarnya.
Ririn mengungkapkan, omzet penjualannya pada hari pertama bazar mencapai lebih dari Rp1 juta. Pendapatan tersebut kemudian meningkat hingga lebih dari Rp3 juta pada hari kedua.
Berbagai menu yang dijualnya, mulai dari bakso, pentol kuah, hingga minuman segar, laris dibeli pengunjung.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Bakso dijual Rp15 ribu per porsi, bakso dengan telur Rp20 ribu, sedangkan pentol kuah dibanderol mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per porsi.
“Bisa dibilang semua laku keras. Mulai dari bakso, pentol kuah, hingga minuman. Pembeli datang terus dan kami senang semua produk kami disukai,” kata Ririn.
Ramainya transaksi selama HKG PKK ke-54 dan Jambore PKK se-Sultra menunjukkan bahwa kegiatan daerah tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pemberdayaan kader, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Keterlibatan UMKM dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperluas pasar bagi produk-produk masyarakat Wakatobi.





