ANOATIMES.COM, WAKATOBI – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi menggelar rapat koordinasi bersama para pelaku industri pariwisata untuk menyusun langkah promosi yang mencakup kuliner, perhotelan, dan berbagai potensi lainnya melalui marketplace Traveloka dan tiket.com.
Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Maritim Center sebagai tindak lanjut dari serangkaian diskusi intensif Bupati Wakatobi, H. Haliana, SE, bersama jajaran Aviation Group TransNusa pada 18 Oktober 2026.
“Selalu saya katakan, supaya kita bisa maju, kita harus membangun ekosistem yang melibatkan semua pihak sesuai profesi dan kewenangan masing-masing. Jika kita bersatu dan bergerak bersama, saya yakin pariwisata Wakatobi akan semakin berkembang,” ujar Bupati H. Haliana, Rabu (21/10/2026).
Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa jadwal penerbangan Bali–Wakatobi tidak akan muncul di Traveloka dan tiket.com untuk tanggal 25 hingga 29 Oktober. Pihak TransNusa akan memberikan konfirmasi terkait hal ini. Namun, penerbangan dipastikan beroperasi kembali mulai 1 November.
Pada kesempatan itu, Bupati menjelaskan bahwa TransNusa dan Otoritas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berkomitmen ikut mempromosikan Wakatobi melalui Traveloka dan tiket.com.
“Semua pelaku usaha diminta menyiapkan dokumentasi menarik agar profil hotel, restoran, dan jasa wisata bisa ditampilkan secara maksimal di kedua marketplace tersebut untuk menjangkau calon wisatawan dari Eropa maupun Amerika,” ujarnya.
Hal itu menjadi jawaban atas temuan TransNusa di lapangan bahwa masih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang belum mengenal Wakatobi.
“Selama ini kita mengira hampir 90 persen masyarakat Indonesia sudah tahu Wakatobi, apalagi masyarakat luar negeri. Ternyata sebaliknya. Ketika mereka mempromosikan Wakatobi kepada wisatawan yang berkunjung ke Bali, banyak yang bertanya di mana letak Wakatobi. Karena itu, saya berharap kita menyambut antusiasme dukungan dari pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai maupun TransNusa untuk promosi bersama,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, H. Haliana juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan kepada TransNusa agar rute Bali–Wakatobi dapat dilanjutkan ke Kendari, dan sebaliknya.
“Tanggapan dari CEO TransNusa sangat positif. Surat permintaan sudah kami sampaikan. Kami berharap segera dibahas agar terbuka jalur alternatif yang lebih cepat dan murah,” jelasnya.
Jika usulan itu terlaksana, diharapkan dapat memangkas biaya dan waktu transit penumpang asal Sulawesi Tenggara yang selama ini harus transit melalui Makassar atau Surabaya. Perkiraan harga tiket nantinya jauh lebih murah dibandingkan rute lama yang bisa mencapai hampir Rp3 juta.
“Selama ini warga Sulawesi Tenggara yang ingin ke Bali harus lewat Makassar atau Surabaya, dengan waktu transit sekitar 1–3 jam. Kami mengusulkan rute melalui Wakatobi agar perjalanan lebih singkat dan harga tiket lebih terjangkau,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, La Tarima, menjelaskan bahwa rapat tersebut diikuti sekitar 80 undangan yang terdiri atas asosiasi pariwisata, pemilik hotel, restoran, tour operator, dan dive operator.
Sebagian peserta hadir langsung, sementara sebagian lainnya mengikuti secara daring. Perwakilan dari Kaledupa terdiri atas sekitar 10 asosiasi, Tomia 11 asosiasi, dan Binongko sekitar lima perwakilan.
“Salah satu tujuan utama pertemuan kita kali ini adalah mendiskusikan langkah-langkah strategis ke depan untuk pengembangan pariwisata Kabupaten Wakatobi yang lebih terarah dan berkelanjutan,” pungkas La Tarima.





