Pengamat Ekonomi Nilai Anton Timbang Layak Pimpin Kadin Sultra

  • Whatsapp
Pengamat Ekonomi Nilai Anton Timbang Layak Pimpin Kadin Sultra
Anton Timbang

ANOATIMES.ID, KENDARI – Kontestasi pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tinggal menghitung hari. Sampai saat ini panitia sudah melaksanakan tahapan pendaftaran dan sudah meloloskan dua kandidat calon Ketua Kadin Sultra, yakni La Mandi dan Anton Timbang.

Kedua figur tersebut akan bersaing mendapatkan suara terbanyak dari pemilik suara untuk dapat memegang tongkat komando Kadin di Provinsi Sultra. Di ketahui, La Mandi merupkan calon incumben sedangan Anton Timbang merupakan penantang La Mandi. Dari keduanya siapa yang lebih layak memimpin kadin untuk periode 2021-2026?

Bacaan Lainnya

Pengamat Ekonomi, Syamsir Nur menilai dari ke dua kandidat tersebut, dirinya menilai Anton Timbang lebih layak memimpin Kadin Sultra periode selanjutnya. Sebab, kata dia, di kepemimpinan La Mandi, Kadin Sultra belum mampu membangun sinergitas yang baik dengan pemerintah.

“Kadin belum hadir membangun sinergitas dengan pemerintah daerah secara baik. Padahal sesungguhnya peran Kadin sebagai mitra strategis harus dapat memberikan solusi terkait masalah-masalah yang ada. Contoh, pada persoalan lapangan kerja, angka kemiskinan, angka pengangguran dan serapan anggaran di pemda yang belum mampu mengurai persoalan yang ada di masyarakat, Kadin harus membangun kolaborasi dengan pemda,” ungkap Syamsir Nur kepada media ini, Jumat (8/1/2021).

Syamsir juga mengatakan dalam kontestasi kali ini, La Mandi tentu memiliki beban ketimbang Anton Timbang, sebab dirinya tentu akan dievaluasi selama memimpin Kadin Sultra periode 2015-2020 lalu.

Kedepan, lanjut Syamsir menambahkan siapapun yang menjadi Ketua Kadin Sultra, hal tersebut di atas haruslah diperkuat. Hal lainnya adalah bagaimana membangun daya saing di antara para pelaku usaha dan juga membangun kemitraan dengan pemda agar ekonomi kita bisa lebih baik.

“Kalau tinggal dua calon, saya secara pribadi mengatakan lebih layak Pak Anton Timbang dari pada pak Mandi. Dari sisi jejaring, kemudian kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah juga penting,” kata Syamsir.

Masih menurut Syamsir, Kadin adalah bagian penting dari pemerintah, jadi dinamika ekonomi di daerah ini, selain ada sektor moneter dan fiskal juga ada sektor rill. Kadin harus bisa menjadi mitra pemerintah untuk bagaimana mendorong beberapa sektor-sektor ekonomi potensial dalam jangka panjang.

“Yang saya amati bahwa pelaku usaha kita, terutama UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) kita, yang banyak membentuk denyut nadi ekonomi kita di daerah menghadapi beberapa kendala misalnya dari sisi sumber daya manusia, dari sisi produksi, dan sisi pemasaran. Nah, kita harapkan Kadin bisa masuk ke tengah itu, bagaimana mengurai masalah yang dihadapi oleh para pelaku UMKM kita,” jelasnya.

Ia menilai, walaupun saat ini geliat industri terutama pelaku besar, baik itu investasi asing maupun dalam negeri yang bermodal besar sudah hadir, tetapi paling tidak Kadin harus hadir harus membangun sinergitas bagaimana menghadirkan investasi yang sudah ada ini saling bersinergi dengan UMKM.

“Jadi ada keterpaduan antara sektor hulu dan hilir. Kadin juga harus mampu mengurai masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha. Misalnya soal kedelai dan bahan pangan lainnya, di Sultra maupun nasional kita sangat tergantung dengan impor. Padahal sesungguhnya kita memiliki potensi di sektor itu. Inilah yang diharapkan kepada Kadin agar bisa mendorong pemanfaatan di sektor itu,” pungkas Syamsir.

Laporan : Awi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *