Geliat dan Respons Pembangunan Buton Selatan di Tangan La Ode Arusani

  • Whatsapp
Geliat dan Respons Pembangunan Buton Selatan di Tangan La Ode Arusani
Bupati Buton Selatan (Busel) H La Ode Arusani menghadiri Festival Budaya Burangasi, di Sampolawa, Buton Selatan

ANOATIMES.COM, BUSEL – Kepemimpinan Bupati La Ode Arusani di Buton Selatan mulai mendapatkan banyak dampak positif bagi kemajuan daerah. Pembangunan berbagai sektor di sejumlah wilayah Buton Selatan terus dilakukan Bupati La Ode Arusani. Infrastruktur jalan, perumahan, fasilitas air bersih, sarana pendidikan, sarana kesehatan, listrik, dan pemecah ombah merupakan sederet pembangunan yang dilakukan Bupati La Ode Arusani.

Pembangunan yang merambah tujuh kecamatan, 10 kelurahan, dan 60 desa ini membuat Buton Selatan mengalami kemajuan pembangunan signifikan. Apalagi pembangunan tersebut memang merupakan kebutuhan masyarakat di kabupaten yang mekar 2014 ini. Geliat pembangunan ini pun mendapat respons positif dari akademisi.

Bacaan Lainnya

“Terus terang saja saya merasa terharu dengan apa yang telah dicapai,” kata Akademisi Universitas 19 November (USN) Kolaka, Prof. La Ode Turi saat ekspos 4 tahun pembangunan Kabupaten Buton Selatan di Kecamatan Sampolawa pada 18 November 2021 lalu.

Geliat dan Respons Pembangunan Buton Selatan di Tangan La Ode Arusani
Bupati Buton Selatan (Busel), H La Ode Arusani bersama anggota DPD RI dapil Sultra, Amirul Tamim saat acara Expo Busel 2021

“Pertama jalan, tembok pemecah ombak, ada pembangunan perumahan, fasilitas air bersih, listrik, gedung sekolah, puskesmas, air bersih, dan ada indeks pembangunan yang saya melihat naik cukup signifikan. Ini benar-benar luar biasa,” sambungnya.

Hal senada disampaikan Rektor Unidayan, L.M. Sjamsul Qamar saat ekspos pembangunan Buton Selatan di Kecamatan Kadatua pada 6 November 2021 lalu.

“Setelah menyimak dan melihat secara visual, kurun waktu empat tahun pembangunan di segala bidang baik infrastruktur dasar kebutuhan masyarakat, kemudian pemberdayaan masyarakat, itu yang paling penting, sangat luar biasa kemajuannya,” katanya.

Kemajuan ini diakui Sjamsul Qamar dengan melihat masyarakat yang terpacu untuk bekerja. Menurutnya dengan berbagai sarana infrastruktur yang dibangun pemerintah membuat masyarakat ikut bergerak.

“Apa yang telah dibangun di Busel saat ini, itu merupakan wujud komitmen daripada seorang pemimpin. Komitmen, kerja keras, kemudian saya lihat juga begitu energic, ke mana-mana bawa sendiri speedboadnya saat di laut, sepeda motor bawa sendiri saat di darat. Dan memang demikianlah harusnya seorang pemimpin. Harus berada di tengah-tengah masyrakatnya dan membangkitkan masyarakatnya untuk bekerja,” katanya.

Aspek yang menjadi sorotan dalam perjalanan pembangunan di Buton Selatan, yakni indeks pembangunan manusia. Dengan usia Buton Selatan yang baru seumur jagung sudah mampu mencatatkan angka statistik hingga 20 persen.

Geliat dan Respons Pembangunan Buton Selatan di Tangan La Ode Arusani
Bupati Buton Selatan (Busel) H La Ode Arusani menyerahkan Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan pada nelayan

“Pada aspek indeks pembangunan manusia di Busel, sangat luar biasa. Padahal dalam urusan yang satu ini, untuk mendapatkan kenaikan angkat 1% saja itu sesungguhnya sangat susah, tapi Busel justru mampu menembus angka sampai 10 persen, bahkan 20 persen, ini merupakan suatu prestasi yang sangat luar biasa,” terangnya.

Kebijakan pemberdayaan seluruh perangkat daerah seperti perangkat adat dan perangkat agama diakui menjadi salah satu inovasi yang sangat luar biasa. Hal ini mengingat seorang kepala daerah tak bisa bekerja sendiri, sehingga melalui terobosan ini seluruh perangkat daerah harus kerja maksimal.

“Kemudian, beliau melalui kebijakannya mampu memberdayakan seluruh perangkat daerahnya seperti perangkat adat dan perangkat agama, dan itu paling penting. Karena memang bupati tidak bisa bekerja sendiri, jadi seluruh perangkat di daerah itu harus bekerja maksimal,” ujar Sjamsul Qamar.

Anggota DPD RI yang juga mantan Wali Kota Baubau, Amirul Tamim pun ikut mengapresiasi keberhasilan pembangunan Bupati Arusani di Buton Selatan. Menurutnya, tak semua pemimpin mampu membaca wilayah Buton Selatan yang terdiri dari daratan dan kepulauan.

“Dermaga Ferry Kadatua dan Siompu yang menghubungkan wilayah daratan Batauga itu luar biasa. Itu menggambarkan ada keyakinan pimpinan ke depan di wilayah kepulauan itu akan mencapai kesejahteraan. Sehingga disana (Siompu dan Kadatua) nantinya akan masuk mobil,” kata Amirul.

Amirul Tamim juga menilai kreativitas seni tumbuh pada kalangan anak-anak muda di Batauga. Mantan anggota DPR RI ini juga mengapresiasi sumber daya manusia yang disiapkan pada sektor pendidikan. Fasilitas penunjang yang dilengkapi sarana komputer menunjukan generasi Buton Selatan siap untuk menjemput masa depan yang lebih baik.

Amirul juga mengapresiasi Pemkab Buton Selatan yang bakal melakukan konektivitas wilayah dengan membangun simpang tujuh di lokasi bekas pemusnahan bom sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa-jasa tujuh anggota Polri yang wafat dalam musibah tersebut.

“Terus terang kalau mengenang hal itu badan saya masih gemetaran. Saat itu saya masih bertugas sebagai camat Betoambari. Saya bersyukur kepada Allah karena masih dilindungi, dan kita semua tentu berduka dengan wafatnya tujuh anggota Polri saat tugas dalam musibah itu,” kenang Amirul.

Sederet pembangunan yang ditetaskan Bupati La Ode Arusani masih terus berlanjut. Dengan semangat melayani masyarakat Buton Selatan pembangunan tersebut sejatinya diharapkan dapat dirasakan langsung masyarakat secara menyeluruh. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *