Golkar Gagas Koalisi Parpol Pengusung Presiden di Pilwali Kota Kendari

  • Whatsapp
Golkar Gagas Koalisi Parpol Pengusung Presiden di Pilwali Kota Kendari
Politisi Partai Golkar Laode Muhammad Rajab Jinik

ANOATIMES. COM, KENDARI – DPD II Partai Golkar Kota Kendari akan menggagas terbentuknya koalisi besar pada Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Kendari November 2024 ini.

Koalisi besar tersebut ialah gabungan dari partai politik (parpol) pengusung Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka pada Pilres baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Politisi Partai Golkar La Ode Muhammad Rajab Jinik mengatakan saat ini DPD II Golkar Kota Kendari akan membangun komunikasi dengan parpol Demokrat, PAN, dan Gerindra. Menurutnya koalisi ini akan menjadi partai turunan dari Indonesia Maju dalam peta politik Presiden kemarin.

“Kalau kita melihat peta Politik, Golkar 6 kursi, PAN 4 kursi, Demokrat 4 kursi dan Gerindra 2 kursi, saya pikir tinggal bersepakat duduk bareng saja, siapa 01 dan 02, saya yakin bahwa kita pasti akan legowo,” Ujar La ode Muhammad Rajab Jinik, Selasa, 26 Maret 2024 via seluler.

Dengan begitu, suasana politik di Kota Kendari akan lebih stabil dan menarik, ketimbang hanya cawe-cawe sendiri yang dapat merusak tatanan komunikasi parpol akibat adanya saling klaim dukungan.

“Lebih bagus mari kita sama-sama membangun komunkasi poltik dulu dengan parpol besar, kita ambil saja tarikan dari Indonesia Maju, kita bangun komunikasi Demokrat, PAN, dan Gerindra untuk kita melahirkan figur yang langsung berpasangan siapa 01 dan 02,” Katanya.

Lebih lanjut, La Ode Muhammad Rajab Jinik menegaskan kembali dirinya akan membangun komunikasi dengan perwakilan parpol besar tersebut di dewan.

“Insya Allah Golkar akan menggagas komunikasi ini dan saya secara pribadi yang hari ini DPD II dan anggota DPRD akan membangun komunimasi dengan fraksi Demokrat, PAN, dan Gerindra, untuk bicara bareng menata Pilwali kedepan dan siapa calon yang akan kita lahirkan baik 01 dan 02,” Tambahnya.

“Kita nanti melihat, kan musyawarah mufakat masa Jakarta bisa kenapa kita daerah yang sekecil ini tidak bisa duduk bareng, ” Tutupnya.

Laporan : Awi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *