Empat Kelurahan Rawan Banjir di Wua-Wua Jadi Fokus Edukasi Kesiapsiagaan BPBD Kendari

  • Whatsapp
Empat Kelurahan Rawan Banjir di Wua-Wua Jadi Fokus Edukasi Kesiapsiagaan BPBD Kendari

ANOATIMES.COM, KENDARI – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, khususnya banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Bencana yang dilaksanakan di Kecamatan Wua-Wua pada Mei 2025 lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BPBD Kota Kendari untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Seperti diketahui, penanggulangan bencana bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Gotong royong, kepedulian sosial, dan kesetiakawanan menjadi kunci dalam meminimalkan dampak yang ditimbulkan ketika bencana melanda.

Bacaan Lainnya
Empat Kelurahan Rawan Banjir di Wua-Wua Jadi Fokus Edukasi Kesiapsiagaan BPBD Kendari
Pemkot Kendari gelar kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bencana di Kecamatan Wuawua

Menurut data BPBD Kota Kendari, Kecamatan Wua-Wua merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan banjir tertinggi di kota ini. Kontur wilayah yang cekung, pesatnya pertumbuhan pemukiman, serta masalah saluran air yang kerap tersumbat saat hujan deras, menjadi kombinasi yang meningkatkan risiko banjir di daerah ini.

“Kita tidak boleh lengah. Setiap musim hujan, Wua-Wua selalu menjadi titik rawan banjir. Oleh karena itu, masyarakat harus dibekali pengetahuan tentang bagaimana menghadapi dan mengantisipasi bencana, terutama banjir,” tegas Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kota Kendari, Rahmat Yunus, saat membuka kegiatan KIE tersebut.

Empat Kelurahan Rawan Banjir di Wua-Wua Jadi Fokus Edukasi Kesiapsiagaan BPBD Kendari
Pemkot Kendari gelar kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi bencana di Kecamatan Wuawua.

Meskipun hujan dengan intensitas tinggi beberapa waktu terakhir belum menyebabkan banjir di wilayah Wua-Wua, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Pasalnya, cuaca ekstrem dan perubahan iklim global membuat prediksi cuaca semakin sulit, sehingga kesiapsiagaan menjadi langkah bijak yang tak bisa ditunda.

Camat Wua-Wua, Alamsyah, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pihak kecamatan sangat mengapresiasi kegiatan KIE ini. Menurutnya, ada empat kelurahan yang menjadi prioritas dalam program edukasi dan mitigasi banjir ini, yakni Kelurahan Anawai, Wua-Wua, Bonggoeya, dan Mataiwoi.

“Empat kelurahan ini merupakan wilayah yang paling sering terdampak banjir. Dengan adanya edukasi seperti ini, masyarakat bisa lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang. Kita ingin membangun masyarakat yang tangguh dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat,” jelas Alamsyah.

Kegiatan KIE Bencana ini tidak hanya berupa sosialisasi teori. BPBD Kendari turut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, kader lingkungan, perwakilan RT/RW, hingga pelajar, untuk terlibat aktif. Mereka dibekali pengetahuan dasar tentang manajemen risiko bencana, tanda-tanda awal banjir, jalur evakuasi, serta penggunaan alat sederhana mitigasi banjir, seperti pembuatan karung pasir dan membersihkan saluran air.

Selain itu, BPBD juga membagikan leaflet edukatif, memperkenalkan sistem peringatan dini berbasis aplikasi, serta melakukan simulasi singkat agar masyarakat lebih memahami langkah-langkah konkret yang harus diambil saat terjadi bencana.

Empat Kelurahan Rawan Banjir di Wua-Wua Jadi Fokus Edukasi Kesiapsiagaan BPBD Kendari
Pemkot Kendari gelar kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi bencana di Kecamatan Wuawua.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mewujudkan program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Bencana (RAD PB) 2023–2027 yang telah dicanangkan oleh Pemkot Kendari.

Dengan sinergi dan kesadaran kolektif seperti ini, harapannya Kota Kendari, khususnya Kecamatan Wua-Wua, dapat menjadi wilayah yang lebih siap, sigap, dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana, sehingga dampaknya dapat ditekan seminimal mungkin.

Karena membangun masyarakat tangguh bencana adalah tanggung jawab kita bersama. (ADV)

Pos terkait