ANOATIMES. COM, KENDARI – Menyambut Penilaian Kota Sehat Tahun 2025, Pemerintah Kecamatan Wua-Wua bergerak cepat dengan menggelar aksi bersih-bersih lingkungan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Wua-Wua, Usman Supu Lajuma, yang menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Aksi bersih-bersih dipusatkan di Kelurahan Mataiwoi, yang menjadi titik pantau utama Kecamatan Wua-Wua dalam ajang penilaian Kota Sehat yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Fokus utama kegiatan adalah membersihkan area drainase, saluran air tersumbat, dan lokasi genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan kami dalam menyambut tim penilai Kota Sehat. Kami fokus membersihkan drainase dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Kelurahan bebas jentik harus bebas dari genangan air dan tumpukan sampah,” ujar Usman, Jumat (12/7/2025).
Mataiwoi Jadi Representasi Wua-Wua
Pemilihan Kelurahan Mataiwoi sebagai lokasi utama penilaian bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai indikator penilaian Kota Sehat, mulai dari pengelolaan sampah hingga partisipasi masyarakat.
“Pemilihan Mataiwoi karena kelurahan ini sudah aktif dalam gerakan kebersihan. Kami tinggal memperkuat beberapa titik. Yang terpenting, partisipasi masyarakat di sini sangat baik,” tambahnya.
Menurut Camat Usman, kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi kriteria penilaian, tetapi juga sebagai langkah membangun kesadaran kolektif warga akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat.

Sinergi Pemerintah dan Warga
Kegiatan bersih-bersih ini melibatkan aparat kelurahan, petugas kebersihan, RT/RW, kader lingkungan, serta masyarakat sekitar.
Bersama-sama mereka membersihkan saluran air, mengangkut sampah, hingga menguras penampungan air dalam semangat gotong royong.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Tanpa keterlibatan masyarakat, sulit mewujudkan lingkungan sehat,” jelasnya.
Selain pembersihan, edukasi terkait pencegahan penyakit demam berdarah dan penerapan gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) juga disampaikan kepada warga agar dampaknya bisa berkelanjutan.

Menuju Kendari Kota Sehat
Program Kota Sehat merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam mewujudkan kota yang bersih, nyaman, aman, dan sehat. Kota Kendari sendiri telah berulang kali menunjukkan progres positif dalam program ini.
“Kami optimis Kendari bisa kembali meraih predikat Kota Sehat. Tapi yang paling penting adalah perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat menuju lingkungan yang lebih baik,” tegas Camat Usman.
Pemerintah Kecamatan Wua-Wua juga berkomitmen melanjutkan kegiatan ini secara berkesinambungan, termasuk monitoring rutin, pembenahan infrastruktur lingkungan, penyediaan tempat sampah terpilah, dan papan informasi kesehatan lingkungan.
Gerakan Berkelanjutan
Menutup kegiatan tersebut, Camat Usman mengimbau masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari, bukan sekadar upaya temporer menjelang penilaian.
“Ini bukan program musiman. Harapan kami, ini menjadi gerakan berkelanjutan. Lingkungan sehat adalah hak sekaligus tanggung jawab bersama,” tutupnya.
Dengan langkah nyata dan dukungan berbagai pihak, Kecamatan Wua-Wua menunjukkan kesiapannya menjadi bagian dari perubahan menuju Kota Kendari yang lebih sehat, berkelanjutan, dan layak huni. (ADV)







