ANOATIMES.COM, KENDARI — Persoalan sampah di kawasan perkotaan kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Kendari. Salah satu upaya nyata terlihat dari komitmen Kecamatan Kadia, yang siap menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah terpadu berbasis wilayah.
Semangat ini diperkuat dalam rapat koordinasi yang digelar Selasa (15/7) di ruang kerja Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM. Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh camat se-Kota Kendari dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), dengan agenda utama memperkuat sinergi antarlembaga dalam penanganan masalah persampahan secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Langkah Cepat dari Kecamatan Kadia
Camat Kadia, Hasman Dani, menjadi salah satu tokoh kunci yang menunjukkan komitmen tinggi dalam menyukseskan gerakan ini. Ia menegaskan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama.
“Kecamatan Kadia akan bergerak cepat memperkuat peran kelurahan, RT, RW, dan kelompok masyarakat. Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kesadaran rumah tangga adalah pondasi utama,” tegas Hasman Dani.
Untuk mempermudah pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, Kecamatan Kadia juga akan melibatkan pihak ketiga dengan sistem pengangkutan langsung dari rumah warga. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah di TPS liar dan meningkatkan kepatuhan warga dalam memilah dan membuang sampah sesuai jadwal.
“Kami sedang merancang sistem kemitraan dengan pihak ketiga untuk pengelolaan sampah rumah tangga. Nantinya, sampah akan dijemput langsung dari rumah masing-masing warga, sehingga lebih tertib dan terpantau,” jelas Camat Kadia.
Kecamatan Kadia telah mulai memetakan titik-titik rawan penumpukan sampah dan menyusun rencana aksi yang melibatkan para lurah. Koordinasi teknis dengan DLHK pun terus ditingkatkan, termasuk dalam hal pengaturan jadwal pengangkutan, pemantauan petugas lapangan, hingga pelibatan masyarakat melalui kegiatan edukatif.

Kebijakan Didukung Teknologi dan Edukasi
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, dalam arahannya menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal teknis pengangkutan, tetapi juga perubahan budaya dan perilaku warga.
“Kita ingin Kendari bersih, tertata, dan nyaman bagi warganya. Itu hanya bisa tercapai jika pemerintah kota dan kecamatan berjalan seirama, termasuk dalam edukasi dan pengawasan,” ungkap Wali Kota.
DLHK Kendari saat ini tengah mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien. Inisiatif tersebut mencakup peningkatan fasilitas di TPA Puuwatu, penguatan program Bank Sampah, serta kampanye edukatif terkait pemilahan sampah rumah tangga.
Gerakan Kolektif Menuju Kota Bersih
Camat Kadia menyambut baik langkah-langkah tersebut dan menilai bahwa sinergi antarlembaga dan masyarakat adalah kunci sukses.
“Kami percaya, jika edukasi dilakukan secara konsisten, masyarakat akan sadar bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kewajiban bersama,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar tanggung jawab administratif, gerakan ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan bersih adalah kebutuhan dan cita-cita bersama.
Melalui komitmen nyata seperti yang ditunjukkan oleh Kecamatan Kadia, Pemkot Kendari optimis bahwa persoalan sampah bisa diatasi secara menyeluruh, berkelanjutan, dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kota.
Kecamatan Kadia telah menyalakan obor semangat. Saatnya seluruh Kendari menyambut dan melangkah bersama: menata sampah, membangun kesadaran. (ADV)







