ANOATIMES.COM, PARIGI MOUTONG — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya untuk melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya lokal. Hal ini ditegaskan dalam audiensi antara Wakil Bupati Parimo, Abdul Sahid, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifuddin, yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Bupati, Kamis (10/7).
Dalam pertemuan tersebut, Wabup Abdul Sahid menyampaikan pentingnya menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang kian menggerus penggunaan bahasa ibu di kalangan generasi muda.
“Bahasa daerah adalah identitas dan kekayaan budaya kita. Pemerintah daerah sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam upaya pelestarian ini,” kata Wabup.
Kabupaten Parigi Moutong diketahui memiliki keragaman bahasa lokal yang digunakan masyarakat sebagai bahasa sehari-hari. Namun, beberapa di antaranya mulai mengalami penurunan penutur, sehingga perlu langkah strategis untuk merawat dan mewariskannya ke generasi berikutnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Balai Bahasa Sulteng, Syarifuddin, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung langkah Pemda melalui program pelestarian bahasa daerah, literasi, dan pemartabatan bahasa Indonesia. Ia menyebut, pihaknya saat ini sedang menyiapkan rancangan kerja sama formal dalam bentuk MoU antara Balai Bahasa dan Pemerintah Kabupaten Parimo.
“Kami akan bekerja sama dengan para pakar dari Universitas Tadulako. Program pelestarian ini adalah amanah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan pelaksanaannya harus melibatkan daerah secara aktif,” ujarnya.
Salah satu program prioritas ke depan adalah revitalisasi bahasa daerah di Parigi Moutong yang akan dimulai pada tahun depan. Balai Bahasa akan bertindak sebagai fasilitator, sementara Pemda akan menjadi penyelenggara kegiatan.
Langkah ini juga sejalan dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri terkait penguatan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pemerintahan.
“Selain melestarikan bahasa lokal, kami juga mendorong penggunaan bahasa Indonesia secara tepat sebagai bahasa persatuan, terutama dalam dokumen dan komunikasi resmi pemerintahan,” tambah Syarifuddin.
Melalui kerja sama ini, diharapkan identitas kebahasaan lokal masyarakat Parigi Moutong tetap hidup dan menjadi bagian dari kekuatan budaya nasional.
Laporan : Jo







