Pemkot Kendari Luncurkan Call Center 112, Kecamatan Kadia Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi

  • Whatsapp
Pemkot Kendari Luncurkan Call Center 112, Kecamatan Kadia Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi

ANOATIMES. COM, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari resmi meluncurkan layanan panggilan darurat terpadu Call Center 112, yang dapat diakses gratis tanpa pulsa oleh seluruh masyarakat. Layanan ini dirancang untuk mempercepat respons terhadap situasi darurat sekaligus meningkatkan perlindungan dan keselamatan publik secara menyeluruh.

Peluncuran ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk Camat Kadia, Hasman Dani, yang menegaskan komitmen pihaknya untuk menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan layanan ini kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kecamatan Kadia Siap Jadi Garda Terdepan

Pemkot Kendari Luncurkan Call Center 112, Kecamatan Kadia Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi
Camat Kadia Hasman Dani

“Kami di Kecamatan Kadia sangat mendukung hadirnya Call Center 112. Ini adalah langkah besar Pemkot Kendari dalam meningkatkan pelayanan cepat tanggap terhadap kondisi darurat di masyarakat,” ujar Hasman Dani, Rabu (10/07/2025).

Mudahkan Warga Laporkan Berbagai Kejadian

Menurutnya, Call Center 112 memberikan kemudahan besar bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengingat berbagai nomor darurat. Kini, dengan satu nomor saja, masyarakat bisa melaporkan kejadian seperti kebakaran, kecelakaan lalu lintas, tindak kriminal, banjir, hingga gangguan fasilitas umum, seperti lampu jalan padam atau air bersih tidak mengalir.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kecamatan Kadia akan segera menggelar sosialisasi menyeluruh ke seluruh kelurahan. Sosialisasi ini akan melibatkan RT/RW dan tokoh masyarakat agar informasi mengenai Call Center 112 dapat menjangkau seluruh lapisan warga.

“Kami tidak ingin hanya jadi penonton. Kecamatan Kadia ingin berada di barisan depan dalam mendukung sistem layanan darurat ini. Kami akan memperkuat koordinasi lintas instansi agar setiap laporan warga bisa ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” tegas Hasman.

Antusiasme Masyarakat Tinggi

Pemkot Kendari Luncurkan Call Center 112, Kecamatan Kadia Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat berada di Pusat Kendali Call Centre 112

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap layanan ini cukup tinggi sejak pertama kali diluncurkan. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan layanan ini secara bijak dan bertanggung jawab.

“Sayangnya, kami juga menerima prank call, seperti laporan soal SIM terblokir atau ponsel terkunci. Ini sangat merugikan karena bisa menghambat penanganan situasi darurat yang sebenarnya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan, pihaknya bersama stakeholder terkait akan terus menggencarkan edukasi publik, baik melalui media sosial, spanduk, maupun pertemuan tatap muka dengan masyarakat.

Jembatan Tercepat Pemerintah dan Masyarakat

Pemkot Kendari Luncurkan Call Center 112, Kecamatan Kadia Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi
Wali Kota Siska Karina Imran pantau Call Centre 112

Di sisi lain, Wali Kota Kendari, Hj. Siska Karina Imran, menyebut Call Center 112 sebagai
“jembatan cepat antara masyarakat dan pemerintah” dalam menghadapi kondisi darurat. Ia menekankan bahwa keberhasilan layanan ini akan sangat bergantung pada kecepatan, ketepatan, dan kepekaan petugas dalam merespons laporan.

“Ini bukan sekadar call center, tapi bukti nyata bahwa pemerintah hadir saat warganya membutuhkan. Saya minta semua perangkat daerah bersikap responsif dan tanggap,” kata Wali Kota.

Layanan Call Center 112 Kendari didukung oleh sistem digital canggih, termasuk pelacakan lokasi penelpon secara real-time via GPS dan perekaman otomatis percakapan. Sistem ini menjadikan Call Center 112 sebagai pusat data darurat Kota Kendari, yang dapat digunakan untuk menganalisis pola kejadian dan kebutuhan pelayanan publik.

Harap Masyarakat Gunakan dengan Baik

Hery, Kepala Bidang E-Government, menambahkan bahwa sistem ini memungkinkan pemerintah untuk mengetahui jenis laporan yang paling sering terjadi di tiap wilayah, seperti permintaan ambulans, air bersih, atau laporan fasilitas rusak, yang kemudian dapat dijadikan dasar kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Pemerintah Kota Kendari mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahgunakan layanan Call Center 112, karena satu laporan palsu bisa saja menghambat penanganan kasus darurat yang sebenarnya.

“Satu laporan palsu bisa membuat satu nyawa terancam. Gunakan Call Center 112 hanya saat benar-benar darurat,” tutup Camat Kadia, Hasman Dani. (ADV)

Pos terkait