ANOATIMES. COM, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi meliburkan seluruh siswa sekolah dari jenjang TK hingga SMP se Kota Kendari pada Senin, 1 September 2025. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap rencana aksi demonstrasi besar – besaran yang akan digelar pada Senin, 1 September 2025 besok. Diketahui rute massa aksi ialah Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kebijakan Pemerintah Kota Kendari tersebut tertuang dalam surat edaran bernomor 1887/900/2025. Dalam edaran itu, sekolah diminta memberikan tugas belajar mandiri kepada siswa. Sementara orang tua diimbau memastikan anak-anak tetap berada di rumah selama aksi berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Hj. Saemina, S.Pd., M.Pd., dalam surat edaran tersebut menegaskan bahwa keputusan ini diprioritaskan demi keselamatan peserta didik.
“Keamanan anak-anak adalah yang utama. Kami berharap orang tua mendampingi mereka belajar di rumah dan tidak membiarkan keluar selama aksi berlangsung,” ujarnya.
Rencana aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh penolakan masyarakat terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR RI yang dianggap berlebihan, termasuk tunjangan perumahan hingga Rp 50 juta per bulan. Gelombang protes serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia, mengakibatkan sejumlah kantor dewan dibakar masa.
Dengan adanya kebijakan meliburkan sekolah, suasana Kota Kendari pada awal pekan mendatang diprediksi akan berbeda. Aktivitas belajar tatap muka sementara dihentikan, sementara masyarakat diminta tetap menjaga ketertiban dan keamanan di tengah dinamika aksi yang sedang berkembang.
Laporan : Dika






