ANOATIMES. COM, JAKARTA – Kontingen Kickboxing Sulawesi Tenggara (Sultra) mencuri perhatian pada Kejurnas Kickboxing Junior & Senior 2025 setelah sukses membawa pulang delapan medali, meski baru pertama kali tampil di ajang nasional. Kejuaraan yang berlangsung 28 November–3 Desember 2025 di GOR Padepokan TMII Jakarta Timur itu diikuti 266 atlet dari 19 provinsi.
Muncul sebagai “pendatang baru”, Kickboxing Sultra justru menunjukkan performa menjanjikan. Muhammad Saleh Karnawi bahkan berhasil mempersembahkan emas pada kelas 57 kg nomor Ring Sport Kickboxing Pro K1 setelah menaklukkan atlet tuan rumah, Leonargen Oppue, di partai final.
Ketua Umum Kickboxing Sultra, Afdhal, menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa pembinaan lokal mampu bersaing dengan daerah yang lebih dulu mapan.
“Semua atlet kami merupakan hasil binaan dojo dan camp di Sulawesi Tenggara. Mereka membuktikan bahwa atlet lokal mampu tampil di panggung nasional,” ujar Afdhal.
Selain emas, medali lain berhasil diraih pada sejumlah nomor berbeda seperti Ring Sport Low Kick, Ring Sport Full Contact, Tatami Point Fighting, dan Tatami Kick Light, menunjukkan kemampuan Sultra bersaing di berbagai kategori.
Afdhal menegaskan bahwa debut impresif ini menjadi modal penting menuju PON beladiri 2026 di Sulawesi Utara, di mana Kickboxing Sultra akan tampil dengan kekuatan penuh setelah menjalani seleksi ketat dari hasil Kejurnas ini.
“Ini bukan hanya soal medali, tetapi pembuktian karakter dan mental bertanding atlet Sultra. Dengan pengalaman ini, kami akan mematangkan persiapan menuju PON 2026,” katanya.
Prestasi perdana ini menjadi sinyal bahwa Kickboxing Sultra siap menjadi kekuatan baru di kancah nasional, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak atlet potensial dari bumi Anoa.
Laporan: Awi






