PT GKP Raih Penghargaan Terbaik I Rehabilitasi DAS Sulawesi Tenggara 2026

  • Whatsapp
PT GKP Raih Penghargaan Terbaik I Rehabilitasi DAS Sulawesi Tenggara 2026

ANOATIMES.COM, KENDARI – PT Gema Kreasi Perdana (GKP) kembali menorehkan prestasi di bidang pengelolaan lingkungan dengan meraih Penghargaan Terbaik I Kategori Progres Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tahun 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penghargaan tersebut diberikan setelah perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Wawonii itu berhasil merealisasikan rehabilitasi DAS seluas 743 hektare di Kabupaten Konawe Kepulauan dan Konawe Selatan. Seluruh target penanaman telah terealisasi 100 persen dan kini memasuki tahap pemeliharaan tanaman tahun kedua dengan pendampingan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Konaweha.

Bacaan Lainnya

PT GKP Raih Penghargaan Terbaik I Rehabilitasi DAS Sulawesi Tenggara 2026

Environment & Green Mining Superintendent PT GKP, Hendrik Supriatna, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus konsisten menjalankan praktik pertambangan yang berkelanjutan.

“Kami meyakini bahwa keberhasilan rehabilitasi DAS adalah bagian penting dari tanggung jawab kami dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Hendrik, Kamis 9 Juli 2026.

Ia menegaskan, komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan tidak akan berubah meski saat ini menghadapi berbagai tantangan operasional.

“Dalam kondisi seperti sekarang, tanggung jawab kami terhadap pengelolaan lingkungan tidak akan luntur. Kami tetap menjalankan seluruh kewajiban pengelolaan dan pemulihan lingkungan sesuai aturan serta kaidah pertambangan yang baik,” tegasnya.

Capaian PT GKP juga mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Guru Besar Jurusan Kehutanan Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Ir. Hj. Husna, MP, menilai keberhasilan rehabilitasi DAS menjadi indikator bahwa praktik pertambangan yang bertanggung jawab mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Menurutnya, terjaganya kualitas ekologi dan keanekaragaman hayati di Pulau Wawonii tidak terlepas dari pengelolaan lingkungan yang dilakukan perusahaan serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPDAS Konaweha, Sakrianto Djawie, kepada Hendrik Supriatna dalam ajang Rehabilitasi DAS Award 2026 yang digelar di Hotel Claro Kendari.

Kegiatan bertema “Ayo Hijaukan Negeri, Pulihkan Bumi Anoa Tercinta” itu dihadiri lebih dari 100 perusahaan tambang pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) di Sulawesi Tenggara, serta Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI, Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum.

Pos terkait