ANOATIME.COM, WAKATOBI – Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wakatobi dilanda kebakaran pada Jumat dini hari, 23 Januari 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.45 WIB dan sempat mengagetkan warga sekitar.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Abdullah, seorang warga yang melintas di sekitar lokasi saat hendak berolahraga pagi. Ia mengaku sempat mendengar suara ledakan dari arah belakang kantor, namun belum menyadari adanya kebakaran.
“Waktu lewat saya dengar seperti ada suara ledakan dari belakang kantor. Saya tidak terlalu pikirkan. Tapi setelah pulang olahraga, sekitar setengah jam kemudian, saya lihat asap sudah tebal dan api mulai melalap atap bangunan,” ungkap Abdullah.
Melihat kondisi tersebut, Abdullah berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran. Namun karena tidak menemukan nomor kontak, ia langsung mendatangi rumah salah seorang pegawai Dikbud yang dikenalnya untuk melaporkan kejadian itu.
“Setelah tidak dapat nomor Damkar, saya langsung ke rumah kenalan saya yang kerja di Dikbud untuk memberitahu,” jelasnya.
Abdullah menduga sumber api berasal dari salah satu ruangan di bagian belakang kantor, meski ia tidak mengetahui secara pasti ruangan tersebut.
“Awalnya api itu dari belakang. Saya juga tidak tahu ruangan apa, tapi kejadian sekitar jam 5.45 pagi,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Wakatobi, LM. Rahmat R, S.Sos, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 06.23 WIB. Petugas yang siaga 24 jam langsung dikerahkan ke lokasi.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran masing-masing berkapasitas 3 ton dan 6 ton, serta sekitar 20 personel, diturunkan untuk menangani kebakaran tersebut.
“Pemadaman dilakukan dari dua arah. Tim luar menyemprotkan air dari atas menggunakan nosel kendaraan, sementara tim lain masuk ke dalam bangunan untuk menekan sumber api,” jelas Rahmat.
Dalam proses pemadaman, mobil berkapasitas 3 ton harus melakukan pengisian ulang air sebanyak tiga kali, sementara mobil 6 ton tetap bertahan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala.
“Titik api pertama terpantau berasal dari sisi samping ruangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian menyebar ke plafon,” terangnya.
Berkat upaya cepat dan koordinasi yang baik, api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke ruangan lain maupun bangunan di sekitarnya. Proses pemadaman hingga pendinginan selesai sekitar pukul 08.52 WIB, dan lokasi dinyatakan aman.
“Kerusakan hanya terjadi di sekitar ruangan Kepala Dinas dan bagian plafon,” tutup Rahmat.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Laporan: Ema






