ANOATIMES.COM, WAKATOBI – Bupati Wakatobi, H. Haliana, menegaskan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkotika (narkoba) di Kabupaten Wakatobi telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan masyarakat. Isu narkoba kini dinilai sebagai persoalan utama yang mengancam ketahanan sosial di wilayah kepulauan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Haliana saat membuka Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Wakatobi, Kamis (22/1/2026).
Menurut Haliana, berdasarkan hasil diskusi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pihak kepolisian, sejumlah wilayah di Wakatobi telah masuk dalam kategori zona rawan narkoba dengan tingkat paparan yang berbeda-beda.
“Ini sudah menjadi isu utama dan ancaman bagi masyarakat kita. Berdasarkan diskusi-diskusi kami dengan BNN maupun kepolisian, Wangi-Wangi sudah zona hitam, Kaledupa zona hitam pekat. Tomia zona kuning, Binongko juga zona kuning, dan ada juga wilayah yang masih zona hijau,” ujar Haliana.
Ia menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Wakatobi telah terpapar narkoba. Yang paling mengkhawatirkan, kata dia, adalah sasaran peredaran narkoba kini mulai menyentuh kalangan ibu-ibu, baik sebagai penyedar maupun sebagai pengguna.
“Saya yakin sekali bahwa ibu-ibu ini juga sudah menjadi pemakai,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Bupati Haliana berharap upaya penanggulangan narkoba dapat menjadi program prioritas yang tercermin secara nyata dalam RKPD serta Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Wakatobi Tahun 2027.
“Saya berharap tindakan-tindakan penanggulangan narkoba ini bisa tergambar jelas di dalam RKPD maupun RAPBD kita tahun depan,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Wakatobi telah membentuk sejumlah skuat atau forum, di antaranya skuat anti narkoba, skuat kerukunan beragama, skuat pembauran kebangsaan, serta skuat deteksi dini masyarakat. Keempat forum tersebut dikenal sebagai empat forum.
Namun, akibat kebijakan efisiensi anggaran, pelaksanaan keempat forum tersebut sempat ditiadakan. Di sisi lain, sebagian pihak juga menilai keberadaan forum-forum tersebut memiliki muatan ancaman politik.
“Saya berharap kepada Bappeda dan Dinas Keuangan agar didiskusikan secara sungguh-sungguh. Walaupun tidak seperti dulu dan tidak dengan anggaran sebesar dulu, bagaimana kita bisa berinovasi dengan bekerja sama bersama pemerintah desa dan lembaga-lembaga yang sesuai tupoksi, agar forum-forum ini bisa kita hadirkan kembali,” ujarnya.
Menurut Haliana, kerja sama lintas sektor sangat penting agar pemerintah memiliki sistem deteksi dini yang kuat di tingkat desa.
“Agar mereka bisa menjadi mata dan telinga kita untuk memantau seluruh perkembangan di desa-desa, sehingga ancaman-ancaman seperti narkoba ini bisa segera terdeteksi dan ditindak,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pada 1 November 2025 lalu, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Wakatobi berhasil mengamankan seorang terduga pengedar narkoba jenis sabu di Kelurahan Pongo, Kecamatan Wangi-Wangi.
Terduga pelaku berinisial DR diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran narkoba yang terhubung dengan lembaga pemasyarakatan.
Laporan: EMA






