Partai Gema Bangsa Tanamkan Desentralisasi Politik Kepada Kader se-Sultra

  • Whatsapp
Partai Gema Bangsa Tanamkan Desentralisasi Politik Kepada Kader se-Sultra

ANOATIMES. COM, KENDARI – Partai Gerakan Mandiri Bangsa (Gema Bangsa) menanamkan visi Desentralisasi Politik kepada para kadernya di Provinsi Sulawesi Tenggara. Peneguhan nilai-nilai partai itu diberikan kepada pengurus DPW dan DPD se-Sultra, serta DPC dalam Kota Kendari pada kegiatan Sekolah Kader dan Kepemimpinan yang berlangsung pada Jumat-Sabtu (13-14 Februari 2026), di Hotel D’blitz Kendari.

Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq bersama Sekretaris Jenderal Muhammad Sopian, hadir langsung untuk membekali para kader se-Sultra. Keduanya mengisi materi tentang manifesto, verifikasi, hingga strategi pemenangan.

Bacaan Lainnya

Ahmad Rofiq menjelaskan beberapa hal. Pertama, hakikat partai politik adalah merebut kekuasaan dan menyalurkan aspirasi rakyat dari akar rumput. Kedua, desentralisasi politik dimaknai dengan membangun dari akar rumput. Ketiga, memahami positioning dalam berpolitik, dan menemukan motivasi untuk memenangkan pertarungan.

“Jangan merasa inferior. Posisi kita semua sama di Partai Gema Bangsa ini. Kita berpolitik untuk mengabdi, jadi tunjukan kinerjamu bukan janji-janji manis di akar rumput. Masing-masing DPW, DPD punya hak dan kewenangan sendiri untuk memutuskan kebijakan di daerah. Bukan lagi bergantung pada DPP, itulah desentralisasi politik. Tidak ada partai lain yang berani melakukan ini,” ucap Ketua Umum yang juga pernah terlibat dalam mendirikan beberapa partai besar sebelumnya.

Kata Rofiq, desentralisasi politik adalah hal mutlak di Gema Bangsa. Sebab tertuang dalam AD ART partai dan aturan organisasi. Partai politik lain tidak berani melakukan hal itu, sebab keputusan politik ada di tangan DPP.

“Kami berpolitik dengan keberpihakan dan membangun harapan, bukan sekadar ikut-ikutan ramai. Kami ingin membangun Indonesia bukan dari Jakarta, melainkan dari daerah,” tegas Rofiq.

Sementara itu Ketua DPW Gema Bangsa Sultra, Aryo Wira Setiawan menegaskan, partai ini merupakan milik bersama. Bukan milik oligarki, apalagi dinasti. Sehingga ia optimis target-target partai dapat terwujud sesuai harapan.

“Ketua Umum kami adalah maestro dalam membangun dan membesarkan partai di tingkat nasional. Kami optimis tidak hanya lolos verifikasi, tetapi juga mampu memberikan warna baru dan melahirkan perubahan di kancah politik Sulawesi Tenggara,” katanya.

Kelas kader dan kepemimpinan ini tak hanya membedah ideologi dan visi misi partai, konsultan, akademisi, hingga penyelenggara Pemilu yakni KPU dan Bawaslu hadir mengisi materi kepemiluan dan strategi pemenangan.

Pos terkait