ANOATIME.COM, WAKATOBI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wakatobi tetap memastikan pelayanan publik berjalan normal meski gedung utama kantor mengalami kebakaran beberapa waktu lalu. Seluruh aktivitas perkantoran sementara dipusatkan di aula Dikbud.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wakatobi, Aliwangi, mengatakan bahwa sejak kejadian kebakaran, seluruh jajaran langsung mengambil langkah cepat dengan memindahkan aktivitas kerja ke aula demi menjaga kelangsungan pelayanan.
“Kami langsung berkantor di aula. Walaupun kondisinya terbatas, pelayanan kepada masyarakat tetap kami maksimalkan dan berjalan seperti biasa,” ujar Aliwangi, Jumat (30/1/2026).
Pelayanan administrasi tetap berlangsung setiap hari kerja mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WITA, kecuali jam istirahat. Namun, keterbatasan ruang membuat pihak dinas menerapkan sistem antrean, terutama saat jumlah guru dan kepala sekolah yang mengurus administrasi meningkat.
“Beberapa hari lalu cukup banyak kepala sekolah yang datang menyetor penilaian kinerja. Untuk menghindari kerumunan, kami terapkan sistem nomor antrean,” jelasnya.
Dalam insiden kebakaran tersebut, sejumlah ruangan berhasil diselamatkan karena berada terpisah dari gedung utama, seperti ruang kebudayaan, ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), ruang Tim BOS, serta aula. Sementara beberapa bidang lain, termasuk pendidikan dasar, kepegawaian, PAUD, bendahara gaji dan pengeluaran, kini berkantor di aula.
Aliwangi menambahkan, saat ini tim konsultan telah mulai melakukan perhitungan kebutuhan anggaran renovasi gedung. Selain kerusakan akibat kebakaran, kondisi bangunan yang telah berusia sekitar 20 tahun juga menjadi perhatian serius.
“Kami masih menunggu arahan dari Sekda dan Bupati Wakatobi terkait langkah lanjutan. Harapannya, perbaikan gedung bisa segera dilakukan agar pelayanan kembali maksimal seperti sebelumnya,” pungkasnya.
Laporan: Ema






