ANOATIMES. COM, KOLAKA – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau yang dikenal dengan gas melon di Kabupaten Kolaka semakin meresahkan masyarakat. Selain sulit ditemukan di sejumlah pangkalan dan kios, harga jual gas bersubsidi tersebut juga dilaporkan melambung tinggi di tingkat pengecer.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka bersama DPRD Kolaka mulai mengambil langkah serius guna mengatasi kelangkaan LPG subsidi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui Sekretariat Daerah dijadwalkan menggelar rapat koordinasi pembahasan kelangkaan dan distribusi LPG 3 kilogram pada Selasa, 26 Mei 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah.
Undangan rapat yang beredar ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah Kolaka, Akbar. Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Polres Kolaka, DPRD Kolaka, dinas terkait hingga para agen dan sub penyalur LPG 3 kilogram.
Sekretaris Komisi I DPRD Kolaka, Hariani, S. S. Pd, M. Si mengatakan kondisi kelangkaan gas melon saat ini sudah sangat dikeluhkan masyarakat kecil. Menurutnya, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum harus segera mengambil langkah konkret agar distribusi LPG subsidi kembali normal dan tepat sasaran.

“Keluhan masyarakat terus masuk karena gas LPG 3 kilogram sangat sulit didapatkan. Kalaupun ada, harganya sudah jauh di atas
harga eceran yang ditetapkan,” kata Hariani.
Ia menegaskan, LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan penting masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro, sehingga distribusinya harus benar-benar diawasi secara ketat.
“Jangan sampai ada permainan distribusi ataupun penimbunan yang membuat masyarakat semakin susah. Pemerintah dan aparat harus turun langsung melakukan pengawasan,” tegasnya.
Hariani juga meminta agar seluruh agen dan pangkalan mematuhi aturan penyaluran LPG subsidi serta tidak menjual di atas harga yang telah ditentukan pemerintah.
Diketahui, dalam beberapa pekan terakhir warga di sejumlah wilayah terutama dikecamatan yang berada di wilayah industri di Kabupaten Kolaka mengeluhkan kelangkaan gas melon. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di pangkalan serta kenaikan harga di tingkat pengecer hingga mencapai angka yang memberatkan masyarakat.






