Habil Marati Kembali Berbagi di Watulondo: Tegaskan Bukan Soal Politik

  • Whatsapp
Habil Marati Kembali Berbagi di Watulondo: Tegaskan Bukan Soal Politik

ANOATIMES. COM, KENDARI – Kepedulian terhadap kebutuhan pangan masyarakat kembali diwujudkan Habil Marati melalui program Habil Marati Berbagi. Sebanyak 3 ton beras disalurkan kepada 600 penerima manfaat di Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Minggu (6/9/2026) pagi.

Penyaluran bantuan tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. Proses penentuan penerima dilakukan secara selektif dengan melibatkan seluruh RT setempat. Bagi Habil Marati, rangkaian berbagi bantuan pangan ini ditegaskan sebagai gerakan kemanusiaan. Bukan panggung politik.

Bacaan Lainnya

Penegasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang sebelumnya juga dilakukan di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara. Pemberitaan sebelumnya mencatat bantuan beras telah disalurkan di Muna, Muna Barat, Lawa Raya hingga sejumlah wilayah di Kota Kendari.

Bagi warga Watulondo, bantuan beras tersebut memiliki arti langsung. Kebutuhan pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap hari. Suryati, salah satu warga setempat, menyambut baik program berbagi tersebut.

Ia menilai bantuan itu membantu masyarakat yang membutuhkan kebutuhan pangan di tengah kondisi saat ini. “Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan bantuan dari Bapak H. Habil Marati. Semoga diberikan kesehatan dan rezekinya dilancarkan selalu,” ujarnya.

Warga berharap kepedulian tersebut tidak berhenti pada penyaluran kali ini. Mereka berharap program berbagi terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya warga Kota Kendari.

Harapan itu menunjukkan bahwa bagi penerima, bantuan pangan bukan sekadar seremoni. Beras yang diterima langsung bersentuhan dengan kebutuhan rumah tangga.

Ketua RT 032, Bibi Asmara, S.H., menyampaikan terima kasih kepada Habil Marati atas bantuan yang diberikan kepada warga Kecamatan Puuwatu. Ia mewakili seluruh RT dan warga penerima manfaat menyampaikan apresiasi atas bantuan kemanusiaan tersebut.

“Mewakili seluruh RT dan warga di Kecamatan Puuwatu mengucapkan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada warga. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami selaku penerima bantuan,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Puuwatu, Sainul Latif, S.E., menjelaskan bahwa program Habil Marati Berbagi di Kecamatan Puuwatu menyalurkan 3 ton beras kepada 600 penerima manfaat. Menurut Sainul, penerima bantuan ditentukan secara selektif dengan melibatkan seluruh RT.

“Kami tidak melihat penerima dari posisi desil mereka, tetapi yang dilihat keseharian dari warga dan penghasilan mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan sasaran utama bantuan adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Pendekatan tersebut membuat proses penyaluran tidak semata-mata melihat kategori administratif penerima, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keseharian dan tingkat penghasilan warga sebagaimana disampaikan pihak Kecamatan Puuwatu.

Onggi Nebansi yang merupakan perwakilan H. Habil Marati menyebut kegiatan berbagi tersebut tidak hanya dilakukan di Kota Kendari. Program itu, kata dia, berawal dari wilayah kepulauan. Penyaluran di Watulondo menjadi bagian dari rangkaian Habil Marati Berbagi yang sebelumnya telah diberitakan di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.

“Ini kegiatan sudah kesekian kali. Dan program ini merupakan lanjutan dari bantuan dari proses bantuan Pak Habil Marati di wilayah Muna dan Muna Barat. Saat ini di Kelurahan Watulondo meruakan rangkain terkahir untuk wilayah Kota Kendari,” ungkapnya.

Onggi menjelaskan bahwa, Di Watulondo, pesan itu kembali hadir dalam bentuk yang konkret. Sebanyak 3 ton beras disalurkan kepada 600 warga penerima manfaat. “Kegiatan berbagi tersebut bukan berkaitan dengan kepentingan politik, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Sulawesi Tenggara. Moment politik masih sangat jauh namun, apa yang saat ini dilakukan murni untuk urusan kemanusiaan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada Agustus 2026, misalnya, penyaluran bantuan 5 ton beras di Lawa Raya, setelah sebelumnya 7,5 ton disalurkan di Muna dan Muna Barat. Di Kota Kendari, pemberitaan lain mencatat penyaluran bantuan beras sebelumnya menyasar sejumlah kawasan, termasuk Punggolaka, Tobuha, Gunungjati, Wua-Wua, Tipulu, Baruga dan Anduonohu.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan berbagi dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah. Namun, yang paling menentukan bukan seberapa panjang daftar lokasi penyaluran.

Ukuran paling sederhana justru berada di tingkat warga, apakah bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan dan apakah manfaatnya dirasakan. Di Watulondo, jawaban itu datang dari warga sendiri.

Bantuan pangan kembali disalurkan. Kemanusiaan kembali ditegaskan. Dan pesan Habil Marati tetap sama, berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan menjadikan bantuan sebagai panggung politik.

Pos terkait