Dosen Proteksi Tanaman UHO Dampingi Dasa Wisma Konsel Terapkan GAP Sayuran Organik di Tengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Dosen Proteksi Tanaman UHO Dampingi Dasa Wisma Konsel Terapkan GAP Sayuran Organik di Tengah Pandemi Covid-19

ANOATIMES. ID, KENDARI – Dosen Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian (FP) Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) memberikan pendampingan kelompok Dasa Wisma Desa Lalosingi, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Terkait penerapan Good Agricultural Practice (GAP) sayuran organik dalam upaya pemenuhan pangan di masa pandemi Covid-19. PKMI ini diketuai Prof Dr H Andi Khaeruni R, MSi dan anggota tim yakni Prof Dr Hj Sri Wayuni MSi, Ir H Mariadi, MS dan Vit Neru Satrah SP MP.

Bacaan Lainnya

Prof Andi Khaeruni menjelaskan, masalah ketahanan pangan menjadi sangat penting sekaligus rentan bermasalah pada situasi bencana, termasuk bencana wabah penyakit seperti pandemi Covid-19.

Apalagi memang, sambung dia, Desa Lalosingi merupakan salah satu desa dalam wilayah administrasi Kecamatan Mowila dinilai terdampak pandemi Covid-19.

“Berdasarkan studi pendahuluan, menunjukkan sebagian besar masyarakat belum optimal manfaatkan lahan pekarangan untuk produksi pangan khususnya sayuran organik, lahan pekarangan dibiarkan begitu saja tanpa dimanfaatkan. Padahal pangan sehat seperti sayur organik sangat diperlukan dalam kondisi pandemi Covid 19 saat ini,” ujarnya, Senin (7/12).

Selain belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan, sebut dia, potensi limbah pertanian yang melimpah di desa belum dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.

“Tujuan kegiatan ini, meningkatkan pemahaman kelompok Dasa Wisma Desa Lalosingi dan Kelompok Tani Sari Mekar tentang pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sarana produksi penyediaan pangan sayur organik dalam skala rumah tangga di masa pandemi Covid- 19,” ucapnya.

Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kelompok Dasa Wisma Desa tentang pentingnya penerapan GAP dalam upaya pemenuhan pangan sayur organik dalam skala rumah tangga.

Termasuk, meningkatkan pengetahuan dan memberikan pemahaman memproduksi pestisida nabati, pupuk organik berbasis sumberdaya alam sekitar lingkungan serta manfaat pestisida nabati dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman sayuran organik.

“Target sendiri, mitra mampu manfaatkan lahan pekarangan sebagai sarana produksi sayuran organik. Kemudian, mitra punya pengetahuan cara budidaya sayuran melalui penerapan GAP dan tentu memiliki pengetahuan memanfaatkan bahan alam sebagai bahan dasar pestisida nabati di sekitar untuk mengendalikan hama, penyakit tanaman ramah lingkungan secara mandiri,” tuturnya.

Sebagai ketua tim, semoga teknologi yang telah ditranfer ke mitra tetap diaplikasikan. Khususnya terkait penerapan GAP sayuran organik terus diterapkan.

“Untuk mitra Kelompok Tani Sari Mekar diharapkan produksi pupuk organik berlangsung secara terus menerus,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Lalosingi, Hasanuddin sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan dosen Jurusan Proteksi Tanaman FP UHO melalui PKMI.
“Saya yakini inovasi yang diberikan ini mudah diterima dan diterapkan bagi kelompok dasawisma Desa Lalosingi,” tutupnya.

Diketahui, kegiatan PKMI UHO ini terselenggara atas kerjasama antara LPPM UHO, Pemerintah Desa Lalosingi dan proyek National Support for Local Investment Climates (NSLIC) / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED) Konsel yang dikoordinatori oleh Kiki Sriyanti, SSos.

Laporan : Rizki

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *