ANOATIMES.COM, KENDARI- Pemerintah Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Camat Hasman Dani, S.STP., M.Si., menggelar sejumlah program prioritas sepanjang Juni 2025.
Program ini difokuskan pada peningkatan pelayanan publik, infrastruktur lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam rapat koordinasi, Hasman Dani menegaskan bahwa program kerja Kecamatan Kadia harus berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat.
“Kami berkomitmen menjadikan Kecamatan Kadia sebagai wilayah yang bersih, tertib, dan produktif, dengan pelayanan publik yang cepat dan merata,” tegasnya.
Salah satu agenda utama adalah rehabilitasi saluran drainase dan perbaikan jalan lingkungan di beberapa kelurahan, seperti Kelurahan Bende, Kadia, dan Wua-Wua.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan banjir musiman dan peningkatan kenyamanan akses warga.
Selain itu, kecamatan juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari dalam menjalankan program Bank Sampah Kelurahan.
Warga didorong untuk memilah sampah organik dan anorganik, yang nantinya akan ditukar dengan insentif berbentuk kebutuhan pokok.

“Program bank sampah ini bukan hanya solusi lingkungan, tapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Hasman Dani.
Untuk meningkatkan efisiensi birokrasi, Kecamatan Kadia mengaktifkan Layanan Terpadu Keliling, yang hadir di setiap kelurahan secara bergiliran setiap minggu.
Layanan ini mencakup administrasi kependudukan, pengaduan warga, dan konsultasi UMKM.
“Antusiasme masyarakat tinggi, karena pelayanan lebih dekat dan cepat. Tidak perlu lagi antre di kantor kecamatan,” ujarnya.
Camat Hasman Dani juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama melalui pelatihan UMKM dan keterampilan pemuda.
Pada 20 hingga 22 Juni, kecamatan akan mengadakan pelatihan digitalisasi usaha dan pengelolaan keuangan mikro untuk pelaku usaha kecil menengah.
“Kita ingin masyarakat Kadia bisa naik kelas secara ekonomi. Ini bagian dari visi kami membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” kata Hasman.
Program pelatihan ini juga melibatkan pemuda karang taruna dan ibu-ibu PKK, sebagai bentuk kolaborasi lintas komunitas di wilayah kecamatan.
Dengan berbagai program strategis yang berjalan, Kecamatan Kadia di bawah kepemimpinan Camat Hasman Dani menargetkan terwujudnya wilayah urban yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan responsif terhadap kebutuhan warganya.

Pemerintah kecamatan juga membuka ruang partisipasi publik melalui forum warga dan media sosial resmi kecamatan.
“Pembangunan akan berjalan maksimal jika masyarakat terlibat aktif. Kecamatan Kadia adalah rumah bersama, dan kita semua punya peran dalam menjaganya,” ujar Hasman Dani. (adv)







