ANOATIMES.COM, KENDARI- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi mikro dengan meluncurkan program “Kartu UMKM Maju” yang menyasar pelaku usaha kecil di Kecamatan Kadia.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Kadia, sebanyak 194 pelaku UMKM menerima bantuan modal usaha senilai Rp5 juta per orang secara simbolis.

Program ini secara resmi digelar pada awal Juni 2025 dan dihadiri langsung oleh Camat Kadia, Hasman Dani, S.STP., M.Si, yang juga turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat.
Keterlibatan Camat Hasman Dani dan perangkat kecamatan memastikan proses distribusi dan pendampingan berjalan lancar serta tepat sasaran.
“Program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bagian dari upaya besar pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara inklusif. Kami ingin memastikan setiap pelaku usaha kecil di Kadia punya akses modal yang layak, tanpa bunga dan agunan,” ujar Camat Hasman Dani dalam sambutannya.
Bantuan ini merupakan bagian dari program unggulan Pemkot Kendari yang bertujuan menjangkau pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh perbankan formal.
Dengan sistem pendataan berbasis kelurahan dan verifikasi langsung di lapangan, Kecamatan Kadia menjadi salah satu wilayah prioritas penerima manfaat tahun ini.

Setiap penerima bantuan juga akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan kewirausahaan, mulai dari pencatatan keuangan sederhana, strategi pemasaran digital, hingga legalisasi usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB).
Salah satu pelaku usaha makanan ringan di Kelurahan Bende, Nurhayati (38), menyambut baik bantuan ini.
“Modal ini sangat membantu. Saya berencana menambah peralatan produksi dan memperluas pemasaran lewat media sosial. Terima kasih untuk pemerintah dan Pak Camat yang peduli pada usaha kecil,” ujarnya penuh semangat.
Di akhir kegiatan, Hasman Dani menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak swasta agar program ini terus berkelanjutan.

Dia mengajak masyarakat untuk menjaga semangat produktif dan memanfaatkan modal yang diberikan secara bijak.
Adapun jumlah penerima Kartu UMKM Maju tersebut yaitu sebanyak 194 pelaku UMKM, dengan fokus pada ekonomi mikro, inklusi keuangan, dan pelatihan bisnis. (adv)







