Perkuat Kelembagaan UMKM Lokal, Kecamatan Kadia Gandeng LPDB-KUMKM

  • Whatsapp
Perkuat Kelembagaan UMKM Lokal, Kecamatan Kadia Gandeng LPDB-KUMKM
Kerja sama yang dijalin dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk memperkuat kelembagaan UMKM. 

ANOATIMES.COM, KENDARI- Pemerintah Kecamatan Kadia, Kota Kendari, menunjukkan langkah progresif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan menggandeng Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk memperkuat kelembagaan UMKM di wilayahnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak awal Juni 2025 ini merupakan bagian dari program strategis kecamatan dalam memperluas akses pembiayaan, memperkuat kelembagaan koperasi, serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro dan kecil yang tersebar di empat kelurahan: Kadia, Wua-wua, Bende, dan Pondambea.

Bacaan Lainnya

Perkuat Kelembagaan UMKM Lokal, Kecamatan Kadia Gandeng LPDB-KUMKM“Kami sadar bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan pelaku UMKM di Kadia tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh, sehat secara kelembagaan, dan memiliki akses pembiayaan yang aman,” ungkap Camat Kadia, Hasman Dani dalam sambutannya di acara pembukaan pelatihan manajemen usaha dan kelembagaan koperasi

Kerja sama dengan LPDB-KUMKM mencakup tiga pilar utama:

1. Akses Dana Bergulir, pelaku UMKM dan koperasi di Kecamatan Kadia difasilitasi untuk mendapatkan akses pinjaman berbunga rendah dari LPDB dengan pendampingan legal dan teknis.

2. Penguatan Kelembagaan, kegiatan pelatihan manajemen keuangan, hukum koperasi, dan pendampingan dalam proses sertifikasi kelembagaan UMKM.

3. Transformasi Digital, pengantar digitalisasi usaha melalui pelatihan penggunaan e-commerce, pembayaran digital (QRIS), dan promosi daring.

Sebanyak 68 pelaku UMKM dan 11 koperasi aktif ikut serta dalam rangkaian kegiatan ini yang dilaksanakan secara bertahap di Aula Kantor Kecamatan Kadia dan beberapa lokasi kelurahan mitra.

Para pelaku UMKM menyambut baik program ini. Salah satu peserta pelatihan, Hj. Rosna, pemilik usaha olahan ikan di Kelurahan Wua-wua menyatakan bahwa ia baru pertama kali mendapat akses informasi langsung mengenai lembaga pembiayaan negara yang terpercaya.

Perkuat Kelembagaan UMKM Lokal, Kecamatan Kadia Gandeng LPDB-KUMKM“Biasanya kami takut meminjam karena bunganya besar dan prosesnya rumit. Tapi dengan pendampingan LPDB dan pihak kecamatan, sekarang lebih jelas dan mudah dipahami,” ujarnya.

Camat Kadia menegaskan, kegiatan ini tidak bersifat seremonial. Setelah pelatihan, pihak kecamatan akan membentuk Tim Pendamping UMKM Kecamatan Kadia, yang akan terus memantau dan membantu pelaku usaha dari proses administrasi hingga pencairan dana.

Program ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi dan UKM Kota Kendari, sebagai mitra fasilitator, Kantor Cabang Bank Penyalur Dana LPDB sebagai kanal distribusi pembiayaan, TP-PKK kecamatan dan kelurahan, sebagai pendamping UMKM rumah tangga, serta Dinas Kominfo yang membantu dalam edukasi digitalisasi usaha.

Melalui program ini, Pemerintah Kecamatan Kadia menargetkan agar 100% koperasi aktif memiliki badan hukum lengkap dan NIK koperasi, minimal 200 UMKM onboarding ke platform digital lokal dan nasional (Tokopedia, GrabMart, KedaiKendari, dll).

“Juga meningkatkan rasio kelayakan pinjaman UMKM dari 30% menjadi 60% di akhir 2025,” sebut Hasman Dani

Hasman Dani menekankan bahwa keberhasilan UMKM tidak cukup hanya dengan pembiayaan. Yang terpenting adalah kelembagaan yang sehat dan ekosistem yang kolaboratif.

“Kami ingin menciptakan UMKM yang tangguh dan koperasi yang profesional. Tidak hanya sekadar bertahan hidup, tetapi menjadi penggerak ekonomi lokal yang mandiri, berjejaring, dan modern,” ujarnya.

Data dan statistik di awal Juni 2025 menunjukkan total UMKM yang terdata sebanyak 202, koperasi aktif berjumlah 12l1 dan peserta pelatihan LPDB sebanyak 68 orang.

Perkuat Kelembagaan UMKM Lokal, Kecamatan Kadia Gandeng LPDB-KUMKMBerikut rinciannya:

1. Kelurahan Kadia, UMKM yang terdata 47, koperasi aktif 3 dan peserta pelatihan LPDB 20.

2. Kelurahan Wua-wua, UMKM yang terdata 62, koperasi aktif 2 dan peserta pelatihan LPDB 18.

3. Kelurahan Bende, UMKM yang terdata 54, koperasi aktif 3 dan peserta pelatihan LPDB 15.

4. Kelurahan Pondambea, UMKM yang terdata 39, koperasi aktif 3 dan peserta pelatihan LPDB 15. (adv)

Pos terkait