Kecamatan Kadia Bentuk Kelompok Dasawisma di 4 Kelurahan, Dorong Ketahanan Keluarga dan Partisipasi Sosial Warga

  • Whatsapp
Kecamatan Kadia Bentuk Kelompok Dasawisma di 4 Kelurahan, Dorong Ketahanan Keluarga dan Partisipasi Sosial Warga
Pemerintah Kecamatan Kadia dorong pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan melalui kelompok Dasawisma. 

ANOATIMES.COM, KENDARI– Pemerintah Kecamatan Kadia, Kota Kendari, terus mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan melalui pembentukan kelompok Dasawisma di empat kelurahan.

Program ini menjadi bagian dari strategi pembangunan sosial dengan melibatkan langsung keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kecamatan Kadia Bentuk Kelompok Dasawisma di 4 Kelurahan, Dorong Ketahanan Keluarga dan Partisipasi Sosial WargaProgram tersebut digulirkan sepanjang Juni 2025 di bawah kepemimpinan Camat Kadia, Hasman Dani, S.STP., M.Si., dan menyasar pembentukan lebih dari 60 kelompok Dasawisma aktif hingga akhir tahun.

“Dasawisma bukan sekadar organisasi, tapi simpul kekuatan masyarakat paling mikro. Ketika keluarga sehat dan sadar sosial, maka tercipta lingkungan yang aman, produktif, dan harmonis,” ujar Hasman Dani saat membuka kegiatan di Kelurahan Kadia.

Sinergi dan Partisipasi Lintas Elemen

Pembentukan Dasawisma dilakukan dengan melibatkan TP-PKK kecamatan dan kelurahan, para lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga kader posyandu dan karang taruna.

Setiap kelompok terdiri dari 10–20 kepala keluarga dalam satu wilayah RT, yang diarahkan menjadi ujung tombak berbagai program pemerintah terkait kesehatan, pendidikan anak, kebersihan lingkungan, hingga ekonomi keluarga.

Kecamatan Kadia Bentuk Kelompok Dasawisma di 4 Kelurahan, Dorong Ketahanan Keluarga dan Partisipasi Sosial WargaProgram ini turut didukung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan (DPMK), Dinas Kesehatan, dan PKK Kota Kendari, serta menjadi bagian dari upaya mendukung program nasional seperti Gagah Bencana, Kampung KB, dan penurunan stunting.

Empat Kelurahan Bergerak Serentak

Empat kelurahan di Kecamatan Kadia telah memulai langkah konkret dalam pembentukan Dasawisma dengan fokus kegiatan yang spesifik dan sesuai kebutuhan warganya:

Kelurahan Kadia membentuk 14 kelompok dengan fokus pada Posyandu, PHBS, dan kebun keluarga.

Kelurahan Wua-wua membentuk 12 kelompok dengan fokus pada tanaman obat keluarga (TOGA) dan pelatihan ibu balita.

Kelurahan Bende membentuk 15 kelompok yang mengedepankan pelatihan keterampilan ekonomi rumah tangga.

Kelurahan Pondambea membentuk 13 kelompok dengan fokus pada edukasi stunting dan sanitasi lingkungan.

Di Kelurahan Wua-wua, program ini disinergikan dengan sosialisasi gizi keluarga dan pembagian TOGA. Ketua TP-PKK setempat, Nur Asiah, menyampaikan bahwa warga sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

“Ini bukan kegiatan seremonial. Kami merasa diberdayakan. Banyak ibu-ibu merasa lebih percaya diri dan paham bagaimana merawat keluarga secara mandiri,” ungkapnya.

Sementara di Kelurahan Bende, kelompok Dasawisma diarahkan menjadi penggerak kegiatan gotong royong dan pendukung aktif Posyandu.

Investasi Sosial Jangka Panjang

Tak berhenti pada pembentukan, Kecamatan Kadia telah menyiapkan agenda pembinaan, pelatihan kader, serta monitoring dan evaluasi rutin.

Fokus pembinaan meliputi: Pelatihan kader penggerak keluarga sehat, Sosialisasi pola asuh anak dan remaja, Edukasi ekonomi kreatif rumah tangga, Pendataan keluarga berbasis digital.

Kecamatan Kadia Bentuk Kelompok Dasawisma di 4 Kelurahan, Dorong Ketahanan Keluarga dan Partisipasi Sosial Warga“Ini adalah investasi sosial jangka panjang. Lewat Dasawisma, kita membangun ketahanan keluarga terhadap krisis kesehatan, ekonomi, bahkan bencana,” tambah Camat Hasman Dani saat meninjau kegiatan di Kelurahan Pondambea.

Respons Positif Warga

Warga pun menyambut positif inisiatif ini. Salah satu anggota Dasawisma dari Kelurahan Kadia, Sari, mengaku lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan keluarganya setelah tergabung dalam kelompok.

“Kami jadi lebih kompak antar tetangga, belajar menanam sayur, dan rajin ke Posyandu. Banyak hal positif yang kami dapat,” katanya (adv)

Pos terkait