Penerbangan Perdana TransNusa dari Bali Resmi Mendarat di Bandara Matahora Wakatobi

  • Whatsapp
Penerbangan Perdana TransNusa dari Bali Resmi Mendarat di Bandara Matahora Wakatobi

ANOATIMES.COM, WAKATOBI – Maskapai penerbangan TransNusa resmi melaksanakan penerbangan perdana rute Denpasar, Bali–Bandara Matahora, Kabupaten Wakatobi, pada Kamis (16/7/2026).

Kedatangan pesawat tersebut menandai dibukanya akses penerbangan langsung yang menghubungkan destinasi wisata internasional Bali dengan Kabupaten Wakatobi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di daerah kepulauan tersebut.

Bacaan Lainnya

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wakatobi atas keberhasilan menghadirkan rute penerbangan baru tersebut. Ia juga mengulas sejarah pembangunan Bandara Matahora yang menjadi kebanggaan masyarakat Wakatobi.

“Ini adalah bandara pertama di Indonesia yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Saat pertama kali beroperasi, maskapai yang melayani adalah Susi Air. Dua tahun kemudian disusul Dornier 28 Mil Express, kemudian CN-235, MA60, ATR, Garuda Indonesia, hingga Lion Air. Atas perjuangan keras Bupati bersama seluruh pihak, akhirnya kini TransNusa resmi melayani penerbangan ke Wakatobi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Wakatobi, H. Haliana, mengatakan kehadiran TransNusa merupakan hasil perjuangan panjang pemerintah daerah sejak konektivitas udara menuju Wakatobi sempat terputus.

“Saat itu rute Wakatobi–Kendari sempat tidak ada yang melayani. Bersama Kepala Bandara Matahora, kami mendatangi sejumlah maskapai hingga akhirnya bertemu pihak TransNusa dan diterima Pak Leo. Kami mengajukan permohonan agar TransNusa membuka rute ke Wakatobi. Saat itu beliau menyampaikan armadanya masih beroperasi di Manado dan Sorong. Kami berharap nantinya pesawat tersebut dapat melayani rute Kendari–Wakatobi. Sepanjang 2024 komunikasi terus kami bangun, sementara pesawat yang diharapkan masih dalam tahap produksi di Tiongkok dan merupakan armada baru,” jelas Haliana.

Menurutnya, komunikasi kembali diintensifkan pada Mei 2025 hingga seluruh proses perizinan rute penerbangan rampung pada Juli 2026. Penerbangan perdana yang semula dijadwalkan pada 1 Juli 2026 sempat tertunda akibat sejumlah kendala teknis, namun kini seluruh persiapan telah diselesaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Haliana juga menjelaskan makna sambutan Wakil Gubernur yang sebelumnya disampaikan dalam bahasa Inggris.

“Inti dari penyampaian Pak Wakil Gubernur adalah mulai sekarang wisatawan mancanegara dapat terbang ke Indonesia melalui Bali, kemudian melanjutkan perjalanan secara langsung menuju Wakatobi,” terang Haliana.

Dengan beroperasinya rute Denpasar–Wakatobi, pemerintah berharap aksesibilitas menuju Wakatobi semakin mudah, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.

 

Pos terkait