ANOATIMES. COM, KENDARI – Sejumlah warga di sekitar wilayah operasional PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) membantah tudingan yang menyebut aktivitas pertambangan perusahaan menjadi penyebab air sungai keruh di kawasan tersebut.
Warga menilai kondisi air yang berubah keruh saat hujan merupakan fenomena yang telah terjadi sejak lama, bahkan jauh sebelum perusahaan beroperasi. Mereka juga mengapresiasi berbagai program bantuan yang telah diberikan PT WIN, khususnya pembangunan tanggul sungai yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Rolis, warga Dusun II, mengatakan air sungai di wilayah tersebut memang kerap keruh ketika hujan turun karena terbawa material tanah dari daerah sekitar.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan hal baru dan tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan aktivitas pertambangan yang saat ini berlangsung.
“Saya sudah lama tinggal di sini. Kalau hujan memang air pasti keruh, tetapi saat musim kemarau airnya sangat jernih,” ujar Rolis kepada awak media, Sabtu (13/6).
Ia juga menanggapi video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan kondisi air berwarna merah dan keruh.
Menurut Rolis, video tersebut direkam saat musim hujan sehingga tidak menggambarkan kondisi sungai secara keseluruhan.
“Mereka ambil gambar waktu hujan, jadi kelihatan air keruh dan berwarna merah. Padahal kalau musim kemarau, airnya begitu jernih,” katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Reza, mengaku merasakan manfaat dari pembangunan tanggul sungai yang dibantu oleh PT WIN melalui program kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Menurutnya, sebelum tanggul dibangun, air sungai kerap meluap dan merembes ke kawasan permukiman warga saat curah hujan tinggi.
Namun setelah adanya tanggul, kondisi tersebut berangsur membaik dan warga merasa lebih aman ketika musim hujan tiba.
“Pembangunan tanggul yang dijalankan PT WIN sangat berdampak positif bagi kami. Karena kalau hujan, air tidak lagi merembes ke kawasan pemukiman warga,” ungkap Reza.
Ia juga menjelaskan bahwa warna kemerahan pada air yang terlihat saat hujan lebih disebabkan oleh karakteristik tanah di wilayah tersebut yang memang berwarna merah.
“Tanah di sini memang merah. Jadi ketika hujan deras, air ikut membawa material tanah. Kalau tanahnya putih, tentu airnya juga terlihat lebih jernih,” jelasnya.
Karena itu, warga berharap berbagai informasi yang beredar terkait kondisi lingkungan di sekitar perusahaan dapat disampaikan secara objektif dan berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan.
“Yang pasti, tudingan yang dilayangkan kepada perusahaan itu tidak benar,” tegas Reza.
Warga juga menilai perhatian PT Wijaya Inti Nusantara terhadap pembangunan infrastruktur di sekitar wilayah operasional dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan menjaga lingkungan serta kawasan permukiman di sekitar perusahaan.






