Inovasi Perumda Pasar Kendari, Kelola Lahan Swasta Jadi Pasar Tradisional

  • Whatsapp
Inovasi Perumda Pasar Kendari, Kelola Lahan Swasta Jadi Pasar Tradisional

ANOATIMES.COM, KENDARI – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kendari menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan pasar tradisional dengan menggandeng pihak swasta melalui skema kerja sama yang berbeda dari praktik yang selama ini lazim diterapkan.

Inovasi tersebut diwujudkan melalui pengelolaan lahan milik swasta oleh Perumda Pasar untuk dijadikan sebagai kawasan pasar tradisional.

Bacaan Lainnya

Di bawah kepemimpinan Direktur Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar, perusahaan daerah itu kini mengelola lahan milik CV Bersaudara Arsih Sinergi (BAS) seluas kurang lebih satu hektare yang berada di Jalan Banteng, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia.

Asnar mengatakan, pembangunan kawasan pasar telah dimulai dan puluhan lapak sudah disiapkan untuk menampung para pedagang.

“Kurang lebih satu hektare lahan milik CV BAS di Jalan Banteng, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia yang saat ini kami jadikan sebagai lokasi pasar tradisional,” ujar Asnar, Rabu (15/7/2026).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini sekitar 40 lapak telah selesai dibangun dan siap digunakan. Sementara itu, minat pedagang untuk menempati pasar tersebut cukup tinggi.

“Sampai hari ini sudah ada kurang lebih 100 pedagang yang mendaftar,” katanya.

Menurut Asnar, pola kerja sama ini merupakan inovasi yang belum banyak diterapkan di Indonesia. Selama ini, skema yang umum terjadi adalah aset milik pemerintah dikelola oleh pihak swasta melalui kerja sama. Sebaliknya, di Kendari justru lahan milik swasta dipercayakan untuk dikelola oleh Perumda Pasar.

“Kebanyakan yang terjadi adalah lahan pemerintah dikelola oleh swasta melalui skema kerja sama. Nah, kali ini justru lahan swasta yang dikelola oleh Perumda Pasar,” jelasnya.

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi solusi dalam memperluas akses bagi pedagang untuk memperoleh tempat berjualan yang layak, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pengembangan pasar tradisional di Kota Kendari.

Pos terkait