Kadispar Wakatobi: Pariwisata Wakatobi Utamakan Ekowisata, Bukan Sekadar Mengejar Jumlah Kunjungan

  • Whatsapp
Kadispar Wakatobi: Pariwisata Wakatobi Utamakan Ekowisata, Bukan Sekadar Mengejar Jumlah Kunjungan

ANOATIMES.COM, WAKATOBI – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Wakatobi, La Tarima, memastikan sektor pariwisata Wakatobi terus menunjukkan tren pertumbuhan positif pascapandemi COVID-19. Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons berbagai isu yang berkembang belakangan dengan mengacu pada data statistik resmi.

“Jika melihat data statistik, pada masa pandemi tahun 2020 jumlah kunjungan wisatawan ke Wakatobi hanya tercatat sebanyak 3.511 orang. Namun pada tahun 2025, angka tersebut meningkat signifikan menjadi 15.378 wisatawan, yang terdiri dari sekitar 12 ribu wisatawan nusantara dan sekitar 3 ribu wisatawan mancanegara,” ujar La Tarima, Selasa (4/8/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa Wakatobi tetap menjadi destinasi yang diminati wisatawan, meski di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kondisi global.

La Tarima menegaskan, pengembangan pariwisata Wakatobi mengedepankan konsep ekowisata. Karena itu, keberhasilan sektor pariwisata tidak semata-mata diukur dari tingginya jumlah kunjungan.

“Pariwisata Wakatobi berbasis ekowisata. Artinya, kita lebih mengutamakan kualitas wisatawan daripada mengejar wisata massal (mass tourism). Tren kunjungan yang terus meningkat ini menjadi bukti bahwa Wakatobi tetap memiliki daya tarik yang kuat,” jelasnya.

Ia mengakui sektor pariwisata sangat dipengaruhi oleh berbagai dinamika, baik di tingkat nasional maupun internasional. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Wakatobi telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan.

“Salah satu faktor pendorong yang sangat kami syukuri adalah hadirnya penerbangan baru rute Bali–Wakatobi yang dioperasikan TransNusa. Rute ini membuka peluang lebih besar untuk mendatangkan wisatawan dari Bali dan daerah sekitarnya,” katanya.

Selain itu, sejumlah agenda berskala nasional dan internasional juga telah disiapkan sebagai daya tarik wisata.

Pada 9 Agustus 2026, Wakatobi dijadwalkan menyambut kedatangan peserta Sail Indonesia, kemudian pada 28 Agustus 2026 akan kembali menerima kunjungan kapal pesiar yang membawa 48 wisatawan mancanegara.

Selanjutnya, pada 2–4 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Wakatobi akan menggelar Wakatobi Festival, yang telah masuk dalam Kalender Karisma Event Nusantara (KEN) tingkat nasional.

“Kami berharap rangkaian agenda tersebut menjadi pemicu meningkatnya kunjungan wisatawan pada kuartal akhir tahun,” tambahnya.

Untuk memperkuat ekosistem pariwisata, Dinas Pariwisata Wakatobi juga terus membangun kemitraan dengan pelaku usaha. Saat penerbangan perdana TransNusa tiba di Wakatobi, pihaknya mempertemukan langsung pelaku usaha pariwisata lokal dengan mitra dari Bali serta sejumlah asosiasi pariwisata guna memperluas promosi destinasi.

“Kemandirian pariwisata kita bangun melalui pendekatan persuasif dan kolaborasi yang erat dengan seluruh pelaku industri. Dengan begitu, potensi alam Wakatobi dapat dipromosikan secara lebih luas dan tepat sasaran,” tutup La Tarima.

Pos terkait