Kickboxing Sultra Bangun Sistem Pembinaan Nasional, Fokus pada Kualitas SDM

  • Whatsapp
Kickboxing Sultra Bangun Sistem Pembinaan Nasional, Fokus pada Kualitas SDM

ANOATIMES.COM, KENDARI – Pengurus Provinsi (Pengprov) Kickboxing Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga beladiri ini melalui program terstruktur dan berkelanjutan. Setelah sukses menggelar Grading Sabuk Warna dan Sabuk Hitam serta Pelatihan Wasit, Juri, dan Pelatih pada 24–27 April 2025 lalu, Kickboxing Sultra kini bersiap melanjutkan agenda tersebut dalam Gelombang II yang akan berlangsung pada 18–21 Juni 2025 di Same Hotel Kendari.

Sekretaris Umum Kickboxing Sultra, Musa, mengatakan kegiatan ini kembali melibatkan puluhan peserta dari berbagai daerah di Sultra dan akan dihadiri langsung oleh Dewan Sabuk Nasional.

Bacaan Lainnya

“Antusias peserta cukup tinggi. Ini menunjukkan keseriusan para atlet dan pelatih dalam meningkatkan kualitasnya secara resmi,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Pengprov Kickboxing Sultra, Afdal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari reformasi sistem pembinaan olahraga kickboxing di daerah. Ia menekankan pentingnya seluruh program mengacu pada standar nasional.

“Kegiatan seperti ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari reformasi pembinaan kickboxing di Sultra. Kita ingin Sultra bersaing di tingkat nasional dengan SDM yang siap dan terlatih,” tegas Afdal.

Menurutnya, Grading Sabuk Warna berfungsi sebagai proses penjaringan dan regenerasi atlet muda, sementara Grading Sabuk Hitam merupakan syarat mutlak bagi para pelatih yang akan mendampingi atlet dalam event resmi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 maupun kejuaraan nasional lainnya.

“Atlet dan pelatih yang belum mengikuti grading tidak bisa diturunkan di Porprov 2026. Maka, kami minta semua pengurus daerah serius menyikapi hal ini,” lanjutnya.

Selain proses grading, kegiatan juga mencakup penataran wasit dan juri tingkat daerah. Tujuannya adalah mencetak tenaga teknis pertandingan yang memahami regulasi secara menyeluruh, guna menciptakan suasana kompetisi yang profesional dan adil.

“Kickboxing Sultra sedang bertransformasi. Kita ingin membangun sistem, bukan hanya mengejar medali. Dan sistem itu dimulai dari pelatih, wasit, juri, hingga atlet—semua harus punya kualifikasi,” pungkas Afdal.

Dengan langkah konsisten ini, Kickboxing Sultra optimistis dapat membangun pondasi pembinaan yang kokoh dan berkelanjutan untuk mencetak prestasi lebih tinggi ke depan, termasuk menatap Porprov 2026 sebagai salah satu target utama.

Di saat yang sama, Pengprov Kickboxing Sultra juga tengah mempersiapkan atlet terbaiknya untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II yang akan digelar pada Oktober 2025 di Kudus, Jawa Tengah, sebagai ajang pembuktian kualitas pembinaan daerah di panggung nasional.

 

Laporan : Wi

Pos terkait