ANOATIMES. COM, KENDARI – Seorang petualang muda asal Kota Kendari, Vanika Rahayu (21), menjelajahi Pantai Indah Kapu di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/7/2025), dalam misinya mengungkap potensi wisata bahari tersembunyi di pesisir barat daerah tersebut. Perempuan itu menghabiskan sehari penuh untuk merekam keindahan alam, aktivitas laut, dan interaksi sosial dengan pengunjung lokal sebagai bagian dari proyek konten bertajuk “Sultra Bahari” yang ia kelola secara independen.
Vanika memulai perjalanannya sejak pukul 05.00 Wita dari Kendari menggunakan sepeda motor dan menempuh perjalanan sekitar empat setengah jam menuju Pantai Indah Kapu yang terletak di Desa Sani-Sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Setibanya di lokasi sekitar pukul 07.30 Wita, ia langsung mengabadikan momen matahari terbit dari bibir pantai. “Pantai ini masih sangat alami, tenang, dan bersih. Sunrise-nya memukau dan cocok jadi pembuka hari bagi siapa pun yang datang ke sini,” ujar Vanika saat ditemui di lokasi.
Pantai Indah Kapu memiliki garis pantai yang melengkung panjang dengan pasir putih halus, dihiasi batuan karang kecil dan air laut berwarna biru toska. Meski belum dikenal luas oleh wisatawan luar, lokasi ini sudah mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar setiap akhir pekan. Vanika menilai bahwa keindahan pantai tersebut layak menjadi salah satu destinasi unggulan wisata bahari Sulawesi Tenggara jika dikelola secara tepat.
Sekitar pukul 09.00 Wita, Vanika melakukan aktivitas snorkeling di perairan dangkal sekitar 20 meter dari pantai. Ia menemukan gugusan terumbu karang kecil dan ikan-ikan berwarna cerah yang berenang di antara pasir dan bebatuan. “Airnya luar biasa jernih. Untuk penyelaman ringan, ini adalah salah satu spot terbaik yang pernah saya coba di luar kawasan konservasi,” tuturnya. Ia menyebut ekosistem laut Pantai Kapu masih alami dan layak dijaga.
Di sela-sela kegiatannya, Vanika juga menyapa pengunjung lokal yang sedang menikmati akhir pekan. Salah seorang warga Desa Sani-Sani, La Ode Iksan (34), mengatakan bahwa pantai ini dulunya hanya dikunjungi oleh masyarakat lokal. Namun dalam setahun terakhir, mulai ramai oleh wisatawan dari Kolaka, Lasusua, hingga Kendari. “Dulu ini tempat orang cari ikan atau main bola sore. Sekarang makin banyak anak muda datang bawa tenda dan kamera,” ujarnya.
Sekitar pukul 10.00 Wita, Vanika bergabung dengan rombongan anak muda dari Kolaka yang sedang bermain banana boat. Permainan tersebut disediakan oleh warga setempat dengan tarif terjangkau, Rp25.000 per orang. “Kami sengaja sewa perahu untuk hiburan. Ombaknya tenang, jadi aman,” kata Dika, salah seorang pengunjung.
Setelah bermain air, Vanika menelusuri jalur tanah kecil menuju sebuah bukit batu di ujung barat pantai. Dari ketinggian sekitar 50 meter, ia mengambil gambar panorama Pantai Kapu dari atas, memperlihatkan lengkung pantai yang dikelilingi hutan tropis dan laut terbuka. Ia menyebut pemandangan dari bukit tersebut sebagai “salah satu view terbaik di pesisir Kolaka”.
Menjelang siang, Vanika beristirahat di gazebo milik warga sambil berbincang dengan pengunjung dan penduduk lokal. Salah seorang pemuda Desa Sani-Sani, Jumar (25), mengatakan bahwa potensi wisata di desanya masih sangat besar namun belum dikelola secara maksimal. “Fasilitas umum seperti toilet, air bersih, dan tempat sampah masih kurang. Tapi kami masyarakat sudah mulai sadar pentingnya kebersihan,” katanya.
Vanika pun menginisiasi kegiatan bersih-bersih pantai secara spontan dengan beberapa pengunjung dan warga sekitar pukul 14.00 Wita. Mereka memunguti sampah plastik di sekitar area parkir dan tempat duduk pengunjung. “Kami hanya ingin meninggalkan tempat ini lebih baik daripada saat kami datang,” ujar Vanika. Dalam waktu sekitar setengah jam, mereka berhasil mengumpulkan lima kantong besar sampah plastik.
Menjelang sore, Vanika kembali ke bukit karang untuk merekam matahari terbenam dengan kamera dan drone pribadi. Ia menyebut Pantai Indah Kapu sebagai lokasi paling memuaskan yang ia kunjungi dalam rangkaian perjalanan tahun ini. Konten video dan foto yang ia ambil akan dipublikasikan di media sosial dan kanal YouTube miliknya yang berfokus pada promosi wisata alam Sulawesi Tenggara.
“Destinasi seperti ini sangat penting untuk diperkenalkan ke publik, tapi juga harus dijaga. Potensi ekowisata di sini sangat besar jika pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama,” kata Vanika. Ia juga mengaku akan merekomendasikan Pantai Kapu kepada komunitas petualang dan pecinta alam di luar daerah.
Pemerintah Kabupaten Kolaka sendiri telah menetapkan Pantai Indah Kapu sebagai salah satu kawasan strategis wisata daerah, meskipun pengelolaannya masih bersifat swadaya. Dalam keterangan terpisah, seorang staf Dinas Pariwisata Kolaka menyebut bahwa pihaknya tengah menyusun rencana zonasi wisata untuk menarik investasi dan menata kawasan pantai secara berkelanjutan.
Keindahan alami, akses jalan yang cukup baik, serta keramahan masyarakat membuat Pantai Indah Kapu berpotensi besar menjadi destinasi unggulan bahari baru di Sulawesi Tenggara. Namun demikian, pengembangan kawasan ini harus dibarengi dengan pelestarian lingkungan dan penyediaan fasilitas dasar. Kehadiran pengunjung seperti Vanika Rahayu yang mempromosikan tempat ini melalui konten digital diharapkan mampu menjadi awal kebangkitan pariwisata di pesisir Kolaka. (ADV)






