ANOATIMES.COM, KENDARI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan yang dialami puluhan santri MTs Al Askar usai mengonsumsi hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (18/9/2026) sore.
Puluhan santri tersebut mengalami keluhan kesehatan hingga harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Kendari sejak Jumat sore hingga malam hari.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Safi’i Nafsikin, membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
“Masih dalam tahap penyelidikan, Pak. Nanti kami update lagi,” ujar Kombes Pol Safi’i Nafsikin saat dikonfirmasi Anoatimes.com, Sabtu (19/9/2026) malam.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pemeriksaan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga yang menjadi penyedia makanan MBG, Kapolresta belum memberikan keterangan secara rinci.
Ia meminta agar proses penyelidikan diberikan waktu untuk berjalan.
“Mohon ditunggu ya, Pak,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Kendari juga telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para santri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Sampel makanan yang dikonsumsi para santri sudah diambil untuk diuji. Hasilnya nanti akan disampaikan,” ujar perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kendari saat mengecek kondisi korban di Puskesmas Lepo-Lepo, Jumat (18/9/2026) malam.
Sementara itu, Anoatimes.com bersama sejumlah awak media lainnya mencoba mendatangi dapur SPPG Watubangga yang beralamat di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sabtu, 19 September 2026.
Namun, awak media belum dapat memperoleh keterangan langsung dari pihak SPPG Watubangga terkait kejadian tersebut.
Pantauan di lokasi, dapur SPPG Watubangga sedang menjalani inspeksi oleh petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kondisi yang dialami puluhan santri tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan proses penyelidikan kepolisian.






