SaeBRnet Ke-15 Resmi Digelar di Wakatobi

  • Whatsapp
SaeBRnet Ke-15 Resmi Digelar di Wakatobi

ANOATIME. COM, WAKATOBI – Pelaksanaan Southeast Asian Biosphere Reserves Network (SeaBRnet) Ke -15 atau dikenal dengan pertemuan dan konferensi Internasional tahunan Perhimpunan Cagar Biosfer Asia Tenggara resmi di gelar di Kabupaten Wakatobi.

Pertemuan tahunan Jaringan Cagar Biosfer Asia Tenggara atau Southeast Asian Biosphere Reserves Network (SeaBRnet) ke-15 mengusung tema “Optimizing multi-stakeholders collaboration for biodiversity conservation and socio-economic resilience in biosphere reserves”. berlangsung di aula Patuno Beach and Resort, Kecamatan Wangiwangi, kemarin Selasa (30/4/2024)

Bacaan Lainnya

Dimana konferensi internasional tahunan ini di hadiri oleh 128 peserta delegasi dari Australia, Kamboja, Malaysia, Philippine, Vietnam, Timur Leste, Jepang, Brunei Darussalam dan Thailand (Wakatobi-Indonesia Menjadi Tuan Rumah)

Bupati Wakatobi Haliana mengatakan, teman pelaksanaan SeaBRnet meeting ke-15 di Wakatobi sesuai atau selaras dengan visi Kabupaten Wakatobi 2021-2026 yaitu Wakatobi menjadi Kabupaten Konservasi Maritim Yang Sentosa. Dan pelaksanaan the 15th SeaBRnet meeting di Wakatobi adalah sebuah kehormatan bagi wakatobi.

“Mari memperkuat jaringan kolaboratif regional ini, untuk berkontribusi lebih pada penanganan isu lingkungan dunia saat ini “triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, polusi dan degradasi lingkungan serta kehilangan keanekaragaman hayati,” ujarnya

Lanjut Haliana, pertemuan SaeBRnet ke-15 ini akan fokus pada kemajuan rencana aksi lima PERU dan persiapan kontribusi untuk kongres cagar biosfer dunia ke-5, yang direncanakan akan dilaksanakan di Hangzhou, China pada tahun 2025.

Selain itu, kita juga akan meluncurkan inisiatif baru bertajuk “Sustaining Our Oceans: Building Healthy Relationships With Oceans In Wakatobi Br Through Education For Sustainable Development (ESD).

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah, juga menyampaikan, pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan peningkatan kolaborasi dan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk konservasi keanekaragaman hayati dan ketahanan sosial-ekonomi.

Selain itu, hasil diskusi selama konferensi dapat menjadi bahan rekomendasi yang selanjutnya disusun oleh Pemerintah Indonesia lewat kolaborasi bersama antara KNIU, Komite Man and Biosphere (MAB) UNESCO Indonesia, bersama dengan kementerian/lembaga.

“Terkait untuk menjadi draf laporan implementasi Lima Action Plan for Biosphere Reserves 2016–2025, yang akan dibawa dalam pertemuan World Congress of Biosphere Reserves (WCBR) di Hangzhou – Tiongkok pada tahun 2025,” ungkap Itje dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 April 2024.

Laporan: Ema

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *